Dua WNA di Bolsel Kantongi KTP-El: Tidak Ada Hak Pilih di Pemilu

Dua Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari Jerman dan Belgia di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) telah mengantongi KTP

Dua WNA di Bolsel Kantongi KTP-El: Tidak Ada Hak Pilih di Pemilu
ISTIMEWA
Dua WNA di Bolsel Kantongi KTP-El 

Dua WNA di Bolsel Kantongi KTP-El. Tidak Ada Hak Pilih di Pemilu

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Dua Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari Jerman dan Belgia di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) telah mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) WNA.

Tapi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) Bolsel memastikan keduanya tidak akan mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

Baca: Mengintip Perumahan Khusus Janda di Pasuruan. Penghuninya Bisa Tinggal Gratis Tapi Ada Syaratnya

Baca: Niat Perampok Sirna saat Lihat Saldo Rekening Korban, Klik Link untuk Tonton Video yang Terekam CCTV

Baca: Facebook, Instagram, WhatsApp Down, Benarkah Karena Serangan DDoS?

Kepala Disdukcapil Bolsel Gunawan Otuh mengatakan, KTP-el dua WNA yang kini berdomisili di Desa Biniha, Kecamatan Bolaang Uki itu terbit sejak 2018 lalu.

"Keduanya sudah memiliki Kartu izin tinggal tetap (Kitap). Mereka sudah lima tahun lebih di Bolsel dan sudah bersitri disini (menikah dengan orang Bolsel)," kata Gunawan ketika ditemui awak media, Kamis (14/3/2019) di kantornya.

KTP-el WNA hanya berlaku lima tahun. Jika sudah lewat harus diperpanjang.

"Itu sudah menjadi ketentuan " kata Mantan Kepala Dinas Pendidikan Bolsel ini.

Di sisi lain, meski sudah mengantongi KTP-el, kedua WNA tidak memiliki hak pilih pada Pemilu 17 April 2019 nanti.

"KTP WNA hanya sebatas identitas. Itu diberikan untuk tertib adminstrasi (pendataan). Tapi tidak bisa digunakan untuk mencoblos pada Pemilu Presiden maupu legislatif," beber dia.

Baca: Hasil Liga Champions, Liverpool dan Barcelona Lolos ke Perempat Final

Baca: Kenaikan Gaji PNS Cair Bulan April, Rapel Sejak Januari 2019, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

Terpisah, Ketua KPU Bolsel, Stanly Eskolano Kakunsi, menegaskan, dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bolsel yang jumlahnya 45.513 tidak ada satupun WNA.

"Sesuai ketentuan WNA tidak punya hak pilih. Yang bisa nyoblos itu hanya WNI (Warga Negara Indonesia). Itu sangat jelas dalam aturan," tandasnya. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved