Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RUPS Pertahankan Direksi-Komisaris BSG: Begini Kata Olly soal Pembagian Dividen

Rapat umum pemegang saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) atau Bank SulutGo tetap mempertahankan status 'quo'.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado
Gubernur Olly Dondokambey berbincang bersama Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow di sela RUPS Bank SulutGo di Grand Kawanua Convention Center Manado, Kaiwatu, Mapanget, Manado, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Rapat umum pemegang saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) atau Bank SulutGo tetap mempertahankan status 'quo'.

Desakan perombakan direksi dan komisaris yang digaungkan sejumlah pemilik saham tidak terjadi. Yang ada hanya pengisian 'jatah' Provinsi Gorontalo di posisi komisaris.

Padahal Bupati Bolaang Mongondow Yasti Seopredjo Mokoagouw ngotot meminta ‘jatah’ komisaris atau direksi BSG. Keinginan Yasti diutarakan kepada wartawan saat menghadiri RUPS BSG di Grand Kawanua Convention Center, Senin (11/3/2019).

Isu perombakan jabatan direksi dam komisaris BSG terus mencuat dipelaksanaan RUPS Tahunan berkembang menjadi RUPS Luar Biasa. Isu itu dipertanyakan sejumlah pemegang saham. Yasti paling lantang meminta pergantian direksi dan komisaris.

Berlanjut maksud tersirat penyataan Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Landjar terkait akan mengevaluasi kinerja BSG yang tak capai target. Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap yang melontarkan pernyataan 'bongkar' (direksi dan komisioner).
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, pemegang saham terbesar di BSG tak membantah isu itu berkembang di RUPS. "Masih belum dibahas," ujar Olly saat jeda pembahasan RUPS, tadi malam.

RUPS kemudian dilanjutkan usai istirahat makan malam, menanti keputusan terakhir rapat yang digelar tertutup itu.
Olly tak banyak mengulas soal perkembangan RUPS.
"Masih dibahas," ujarnya kepada Wartawan di Grand Kawanua Convention Center.

Ia sedikit memberi bocoran soal pembahasan di RUPS, soal capital adequacy ratio (CAR) dan pembagian dividen
CAR atau rasio kecukupan modal atau modal untuk rasio aset berbobot risiko adalah suatu cara untuk mengukur modal bank, yang ditunjukkan sebagai pembukaan kredit berbobot risiko bank.

"Pokoknya rata-rata meminta tahun depan ada penambahan modal supaya memperkuat CAR Bank SulutGo, modal harus bertambah," kata dia.
Isu selanjutnya yang dibahas soal pembagian dividen. "Masih berkembang antara 65-70 persen," kata dia.

Yasti menuntut adanya pergantian direksi dan komisaris. "Saya berharap hari ini ada pergantian direksi dan komisaris," kata Yasti sebelum RUPS.
Ia memang yang paling getol menuntut pergantian komisaris dan direksi ‘Torang pe Bank’. Sudah jadi rahasia umum, Yasti menuntut harus ada perwakilan Bolaang Mongondo Raya (BMR) di jajaran komisaris atau direksi.

Yasti mengapresiasi digelarnya RUPS walaupun, agenda RUPS Luar Biasa sempat molor dan menimbulkan prasangka. "Seharusnya kan amanat RUPS akhir Mei 2018, RUPS LB selambat-lambatnya awal Juli 2018. Kami tetap mengapresiasi langkah direksi yang menggelar RUPS sebagai wadah pertanggungjawaban kepada pemegang saham," ujar Yasti.

Secara tersirat Yasti menyatakan harapannya. "Saya berharap Bank SulutGo lebih bijaksana, lebih adil kepada semua pemegang saham," kata Yasti.
Menurutnya, ia hadir di RUPS untuk memperjuangkan rakyat Bolmong. "Hari ini saya di sini kenapa pakai baju seperti ini. Saya di sini bukan Yasti Soepredjo Mokoagow tapi saya Bupati Bolmong yang di belakang saya rakyat Bolmong, nasabah dan debitur yang menunjang program Bank SulutGo. Tapi kalau Bank SulutGo tidak adil, tidak profesional, Bank SulutGo lalai dalam melaksanakan kewajibannya ya mohon maaf saja," katanya.

Yasti ogah mengembalikan Rekening Umum Kas Daerah (RKUD) Pemkab Bolmong ke BSG. "Tidaklah. Tidak mungkin kita pindah-pindah," ujar Yasti.
Menurutnya, Pemkab Bolmong tetap mempercayakan dana RKUD di BNI. "Tidak, kita tidak mau ubah-ubah. Masak mau pindah ke sana kemari. Tidak gampang," ujarnya.

Meski tak merinci jelas pangkal kekesalannya hingga memindahkan RKUD Pemkab Bolmong, kuat dugaan hal itu dipicu permintaan 'jatah' direksi atau komisaris.

Pemegang saham asal Provinsi Gorontalo mengusulkan dua nama sebagai calon komisaris BSG. Gubernur Gorontalo, Ruslie Habibie mengatakan, sudah ada dua orang yang mengajukan diri untuk menggantikan Rustam Akili sebagai komisaris.

Rustam mengundurkan diri dari jabatan komisaris karena maju di Pemilu Legislatif DPRD Provinsi Gorontalo. "Sudah ada dua nama, mereka yang mengajukan diri. Bermohon kepada kami. Mekanismenya seperti itu," kata Ruslie kepada tribunmanado di sela RUPS.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved