Lima Sekolah di Boltim Belum Bisa Ikut UNBK, Belum Ada Jaringan Internet dan Fasilitas Komputer
Lima sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, belum bisa ikut ujian nasional berbasis komputer (UNBK), satu di antarnya SMP Satu Atap Molobog
Penulis: | Editor: David_Kusuma
Lima Sekolah di Boltim Belum Bisa Ikut UNBK, Belum Ada Jaringan Internet dan Fasilitas Komputer
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Lima sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, belum bisa ikut ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Salah satunya sekolah SMP Satu Atap Molobog.
Menurut Kepala Sekolah SMP Molobog, Abdul Malik Hatam mengatakan, belum ada komputer, jadi masih gunakan ujian kertas pensil.
"Kami belum bisa ikut UNBK, karena fasilitas komputer dan masalah jaringan internet tidak ada," ujar Abdul Malik Hatam, Rabu (20/2/2019).
Kata dia, jumlah murid yang ikut ujian di sekolah SMP Satu Atap Molobog berjumlah 23 siswa. Mudah-mudahan tahun depan bisa ikut UNBK.
Baca: Ada 17 SMP di Boltim Belum Miliki Komputer, Simulasi UNBK Gunakan Komputer Rusak yang di Servis
Baca: Jelang UNBK Rikson Minta Guru Mengajar Maksimal
Baca: Komputer di Empat Sekolah di Kotamobagu Belum Siap untuk UNBK
Baca: Kepala SMP Negeri 2 Satap Sibarut Siapkan Diri Ikut UNBK Pertama Kali
"Saya sudah usulkan komputer ke Dinas Pendidikan," ujar dia lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Yusri Damopolii mengatakan, ada lima sekolah masih lakukan ujian kertas pencil. Kendalanya jaringan internet dan komputer. Desa Jiko Port, Matabulu, Kokapoy, Bukaka dan Jiko Belangga.
"Tahun depan akan diusahakan, untuk disediakan penguat signal," ujar Yusri Damopolii.
Lanjut dia, tahun ini telah dianggarkan pengadaan komputer Rp2 miliar. Baru 6 sekolah yang memiliki peralatan komputer lengkap. Murid yang ikut ujian UNBK 1090, sedangkan sekolah dasar (SD) 1.120 siswa. (ven)