Granat Nanas dan Sembilan Peluru Ditemukan di Sungai Katulidan Kotamobagu
Petugas Kepolisian dan Tentara Negara Indonesia (TNI) langsung mengamankan lokasi Sungai Katulidan Gogagoman
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID- Petugas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Negara Indonesia (TNI) langsung mengamankan lokasi Sungai Katulidan Gogagoman setelah ditemukannya granat nanas dan sembilan butir peluru, Rabu (20/02/2019) Pukul 9.00 Wita.
Komandan Kodim (Dandim) 1303/BM Letkol Inf Sigit Dwi Cahyono mengatakan bahwa personelnya sudah melaksanakan pantauan wilayah.
"Anggota saya sudah melakukan monitor di wilayah tersebut. Dan informasi sudah ditangani Polres Kotamobagu," ujar dandim kepada Tribun Manado.
Baca: Heboh Penemuan Granat Sisa Perang Dunia di Tomohon, Nyaris Meledak
Granat dan peluru ditemukan di dalam air Sungai Katulidan tepatnya di bawah Jembatan Kotulidan Jalan Passi Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu.
Adapun jenisnya yakni Granat Nanas dan sembilan butir amunisi cal 5,56 mm.
Franky Turang (36) Sopir asal Desa Tungoi bersama Farli Sepang (28) pengawas pekerjaan listrik asal Desa Poopo Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow yang menemukan pertama kali adanya barang berbahaya tersebut.
Pukul 09.00 Wita Frangky dan Farly sedang berada di atas jembatan Kotulidan untuk mengawasi pekerjaan listrik.
Saat itu Frangky melihat benda seperti emas berada di dalam air sungai Katulidan. Hal itu disampaikannya kepada Farli. Selanjutnya Farli turun ke sungai dengan maksud ingin memastikan benda yang di lihat Franky.
Saat Farli mendekat ternyata benda yang dimaksud adalah Amunisi Cal. 5,56 mm sebanyak sembilan butir masih dalam pengikat amunisi. Farli kemudian mengambil amunisi tersebut.
Baca: Penemuan Granat Belanda di Lembang
Saat itu juga Farli melihat satu buah granat nanas berada dekat dengan amunisi yang di ambilnya sehingga Farli langsung menjauh karena merasa takut.
Saksi lainnya Falty Saini (31) warga sekitar mengatakan memang telah memastikan dengan melihat secara dekat itu granat. "Saya lihat granat itu berkarat. Tidak pegang karena saya takut. Awalnya ada laporan dari tukang galian dan saya memastikannya dengan turun langsung.
Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Muslikan mengatakan personelnya ada di lokasi untuk menjaga agar jangan sampai ada masyarakat yang mendekat.
"Kita sudah pasangi garis polisi dan papan peringatan dan mengimbau masyarakat jangan mendekat," ujar kapolsek. (dik)
Berita Populer: Antar Pesanan Go-Food Pelanggan, Driver Go-Jek Diperjalanan Alami Kecelakaan dan Meninggal