Repsol Garap Blok Migas Sakakemang: Ini Permintaan Kementerian ESDM
Repsol, satu perusahaan sektor minyak dan gas asal Spanyol, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kedua, WK South Sakakema, dilelang dengan pemenang Repsol Exploracion South Sakakemang dan Moeco South Sakakemang.
Ketiga, WK Maratua diberikan ke Pertamina lewat PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu. Dan keempat, WK Sebatik, amandemen split untuk Star Energy Sentosa Ltd.
Skema Gross Split pertama kali diusulkan melalui Permen ESDM No 8 Tahun 2017 yang diterbitkan 13 Januari 2017. Secara singkat, pemerintah berharap skema ini dapat mendorong kontraktor untuk lebih mengefisienkan biaya serta mengurangi adanya proses birokrasi yang rumit terkait proses persetujuan pengeluaran kontraktor oleh pemerintah.
Secara umum konsep gross split mengacu pada bagi hasil kotor antar pemerintah dan kontraktor tanpa menggunakan lagi mekanisme cost recovery. Manajemen operasi tetap berada di bawah SKK Migas, tetapi biaya modal dan risiko ditanggung oleh kontraktor.
Pekan sebelumnya, Kamis (14/2), kontrak wilayah kerja migas dengan skema bagi hasil gross split diteken di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Blok migas Rimau yang ditandatangani ini memiliki total nilai investasi sebesar 41,33 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 4 juta dolar AS.
Nilai investasi di atas setara dengan Rp 599,2 miliar, sementara bonus tanda tangan setara Rp 58 miliar. Angka tersebut dengan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.
Kontrak Bagi Hasil WK Rimau merupakan kontrak perpanjangan dengan pemegang partisipasi interes PT Medco E&P Rimau sebesar 95% dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi sebesar 5%.
"Selamat Medco, semoga Rimau bisa ditingkatkan produksinya sesuai janji di Terms and Conditions. Medco juga diharapkan bisa jalankan semua KKP (Komitmen Kerja Pasti) sehingga blok ini bisa sesuai harapkan kita," kata Arcandra usai menyaksikan penandatanganan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Kontrak Bagi Hasil WK Rimau ini akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 23 April 2023.
Mengebor Minyak
Sebagai informasi, Repsol masuk kembali ke Indonesia pada 2009-2010 dengan fokus pada aset di Indonesia timur dan melakukan satu pengeboran eksplorasi dengan hasil dryhole. Setelah itu repsol mengambil Talisman pada tahun 2015.
Saat ini, Repsol mengelola empat wilayah kerja eksplorasi (East Jabung, Sakakemang, South East Jabung, Andaman 3), dan di satu wilayah kerja produksi sebagai mitra nonoperator.
Di tengah kondisi harga minyak dunia yang rendah, Repsol tetap melakukan investasi pada kegiatan eksplorasi Indonesia seperti akuisisi seismik, dan empat pengeboran sumur eksplorasi pada periode 2017-2018.
Repsol membeli Talisman pada 2015, WK Sakakemang menjadi salah satu aset yang ikut dibeli. Sejak itu, Repsol mengakselerasi kegiatan eksplorasi dan pada 2018 memutuskan untuk melakukan pengeboran ke dua di dalam Wilayah Kerja Sakakemang.
Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) ditajak pada tanggal 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement. Lokasi sumur berada sekitar 60 Km dari lapangan gas raksasa Suban.
Sejak awal, SKK Migas memasukan sumur ini dalam salah satu sumur kunci 2018/2019 dan memasukan dalam kategori 'handle with care' karena potensi penemuan kaliberau dalam yang bisa dimasukan kedalam kategori lapangan gas raksasa. (dtc/cnn Indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sektor-migas_20171120_235123.jpg)