Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Repsol Garap Blok Migas Sakakemang: Ini Permintaan Kementerian ESDM

Repsol, satu perusahaan sektor minyak dan gas asal Spanyol, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP
Sektor Migas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Repsol, satu perusahaan sektor minyak dan gas  asal Spanyol, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani kerja sama wilayah kerja eksplorasi South Sakakemang di Sumatera Selatan.

"Dengan koordinasi yang baik antara Repsol dan SKK Migas, setiap masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik sehingga pada akhirnya sumur ini mencapai target di kedalaman 2430 m MD pada awal Februari 2019," ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher dalam keterangan tertulis, Senin (18/2).

Sumur deliniasi dari penemuan ini akan dilakukan pada tahun 2019 ini.  Sumur Delineasi adalah sumur yang dibor dengan tujuan menetapkan batas reservoir minyak dan gas bumi dan produktivitas sumur.

Sejak tanggal 10 Februari hingga beberapa hari ke depan, Repsol melakukan tes produksi dengan hasil sementara laju alir tes yakni 45 mmscfd. MMSCFD singkatan dari Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).

Keberhasilan sumur KBD 2X akan membuka eksplorasi dengan target fractured basement di Sumatera Selatan hingga ke Sumatera Tengah.

Kedua pihak mengaku akan terus bersinergi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan gas di KBD 2X. Selain itu, mengkomersialisasi penemuan ini dalam rangka memenuhi kebutuhan energi indonesia di waktu yang singkat.

"Repsol tetap berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi dan menambah asetnya di Indonesia," katanya.

 Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meminta perusahaan-perusahaan yang pemenang lelang Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi yang beroperasi di Indonesia, segera bekerja dan memproduksi minyak atau gas. Terdapat tiga blok migas baru yang akan digerap.

Penandatanganan kontrak dilakukan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan para KKKS dan disaksikan Arcandra, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, dan Dirjen Migas Djoko Siswanto.

"Selamat kepada semuanya, ini proses awal. Bukan untuk dirayakan. Tapi saya minta agar bapak ibu cepat melakukan produksi minyak ataupun gas," kata Arcandra Tahar di Ruang Damar, Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui perubahan kontrak bagi hasil migas menggunakan skema gross split untuk Wilayah Kerja (WK) hasil pelelangan tahap III 2018.

Ada tiga blok migas yang dilelang pemerintah yaitu, WK South Andaman (laut yang terletak di tenggara Teluk Benggala, Aceh); WK South Sakakemang (Sumatera Selatan), dan WK Maratua (Blok Maratua memiliki potensi strategis terutama untuk pengembangan eksplorasi Pertamina di Kalimantan Utara). Lalu, Kementerian ESDM juga meresmikan satu amandemen kontrak kerja gross split di WK Sebatik (Kalimantan Utara).

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan total komitmen pasti 3 KKKS baru senilai 10,95 juta dolar AS. Lalu, total bonus tanda tangan kontrak sebesar 6 juta dolar AS.

Penandatanganan dilakukan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan para KKKS dan disaksikan Arcandra, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, dan Dirjen Migas Djoko Siswanto.

Empat KKS yang menandatangi kerja sama dengan ESDM dan juga WK yang didapatkan masing-masing dalah WK South Andaman, dilelang dengan pemenang MP (South Andaman) Holding, RSC, Ltd.

Kedua, WK South Sakakema, dilelang dengan pemenang Repsol Exploracion South Sakakemang dan Moeco South Sakakemang.

Ketiga, WK Maratua diberikan ke Pertamina lewat PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu. Dan keempat, WK Sebatik, amandemen split untuk Star Energy Sentosa Ltd.

Skema Gross Split pertama kali diusulkan melalui Permen ESDM No 8 Tahun 2017 yang diterbitkan 13 Januari 2017. Secara singkat, pemerintah berharap skema ini dapat mendorong kontraktor untuk lebih mengefisienkan biaya serta mengurangi adanya proses birokrasi yang rumit terkait proses persetujuan pengeluaran kontraktor oleh pemerintah.

Secara umum konsep gross split mengacu pada bagi hasil kotor antar pemerintah dan kontraktor tanpa menggunakan lagi mekanisme cost recovery. Manajemen operasi tetap berada di bawah SKK Migas, tetapi biaya modal dan risiko ditanggung oleh kontraktor.

Pekan sebelumnya, Kamis (14/2), kontrak wilayah kerja migas dengan skema bagi hasil gross split diteken di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Blok migas Rimau yang ditandatangani ini memiliki total nilai investasi sebesar 41,33 juta dolar AS dan bonus tanda tangan 4 juta dolar AS.

Nilai investasi di atas setara dengan Rp 599,2 miliar, sementara bonus tanda tangan setara Rp 58 miliar. Angka tersebut dengan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

Kontrak Bagi Hasil WK Rimau merupakan kontrak perpanjangan dengan pemegang partisipasi interes PT Medco E&P Rimau sebesar 95% dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi sebesar 5%.

"Selamat Medco, semoga Rimau bisa ditingkatkan produksinya sesuai janji di Terms and Conditions. Medco juga diharapkan bisa jalankan semua KKP (Komitmen Kerja Pasti) sehingga blok ini bisa sesuai harapkan kita," kata Arcandra usai menyaksikan penandatanganan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Kontrak Bagi Hasil WK Rimau ini akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 23 April 2023.

Mengebor Minyak

Sebagai informasi, Repsol masuk kembali ke Indonesia pada 2009-2010 dengan fokus pada aset di Indonesia timur dan melakukan satu pengeboran eksplorasi dengan hasil dryhole. Setelah itu repsol mengambil Talisman pada tahun 2015.

Saat ini, Repsol mengelola empat wilayah kerja eksplorasi (East Jabung, Sakakemang, South East Jabung, Andaman 3), dan di satu wilayah kerja produksi sebagai mitra nonoperator.

Di tengah kondisi harga minyak dunia yang rendah, Repsol tetap melakukan investasi pada kegiatan eksplorasi Indonesia seperti akuisisi seismik, dan empat pengeboran sumur eksplorasi pada periode 2017-2018.

Repsol membeli Talisman pada 2015, WK Sakakemang menjadi salah satu aset yang ikut dibeli. Sejak itu, Repsol mengakselerasi kegiatan eksplorasi dan pada 2018 memutuskan untuk melakukan pengeboran ke dua di dalam Wilayah Kerja Sakakemang.

Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) ditajak pada tanggal 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement. Lokasi sumur berada sekitar 60 Km dari lapangan gas raksasa Suban.

Sejak awal, SKK Migas memasukan sumur ini dalam salah satu sumur kunci 2018/2019 dan memasukan dalam kategori 'handle with care' karena potensi penemuan kaliberau dalam yang bisa dimasukan kedalam kategori lapangan gas raksasa. (dtc/cnn Indonesia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved