Repsol Garap Blok Migas Sakakemang: Ini Permintaan Kementerian ESDM
Repsol, satu perusahaan sektor minyak dan gas asal Spanyol, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Repsol, satu perusahaan sektor minyak dan gas asal Spanyol, dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani kerja sama wilayah kerja eksplorasi South Sakakemang di Sumatera Selatan.
"Dengan koordinasi yang baik antara Repsol dan SKK Migas, setiap masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik sehingga pada akhirnya sumur ini mencapai target di kedalaman 2430 m MD pada awal Februari 2019," ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher dalam keterangan tertulis, Senin (18/2).
Sumur deliniasi dari penemuan ini akan dilakukan pada tahun 2019 ini. Sumur Delineasi adalah sumur yang dibor dengan tujuan menetapkan batas reservoir minyak dan gas bumi dan produktivitas sumur.
Sejak tanggal 10 Februari hingga beberapa hari ke depan, Repsol melakukan tes produksi dengan hasil sementara laju alir tes yakni 45 mmscfd. MMSCFD singkatan dari Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).
Keberhasilan sumur KBD 2X akan membuka eksplorasi dengan target fractured basement di Sumatera Selatan hingga ke Sumatera Tengah.
Kedua pihak mengaku akan terus bersinergi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan gas di KBD 2X. Selain itu, mengkomersialisasi penemuan ini dalam rangka memenuhi kebutuhan energi indonesia di waktu yang singkat.
"Repsol tetap berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi dan menambah asetnya di Indonesia," katanya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meminta perusahaan-perusahaan yang pemenang lelang Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi yang beroperasi di Indonesia, segera bekerja dan memproduksi minyak atau gas. Terdapat tiga blok migas baru yang akan digerap.
Penandatanganan kontrak dilakukan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan para KKKS dan disaksikan Arcandra, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, dan Dirjen Migas Djoko Siswanto.
"Selamat kepada semuanya, ini proses awal. Bukan untuk dirayakan. Tapi saya minta agar bapak ibu cepat melakukan produksi minyak ataupun gas," kata Arcandra Tahar di Ruang Damar, Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (18/2).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui perubahan kontrak bagi hasil migas menggunakan skema gross split untuk Wilayah Kerja (WK) hasil pelelangan tahap III 2018.
Ada tiga blok migas yang dilelang pemerintah yaitu, WK South Andaman (laut yang terletak di tenggara Teluk Benggala, Aceh); WK South Sakakemang (Sumatera Selatan), dan WK Maratua (Blok Maratua memiliki potensi strategis terutama untuk pengembangan eksplorasi Pertamina di Kalimantan Utara). Lalu, Kementerian ESDM juga meresmikan satu amandemen kontrak kerja gross split di WK Sebatik (Kalimantan Utara).
Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan total komitmen pasti 3 KKKS baru senilai 10,95 juta dolar AS. Lalu, total bonus tanda tangan kontrak sebesar 6 juta dolar AS.
Penandatanganan dilakukan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan para KKKS dan disaksikan Arcandra, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, dan Dirjen Migas Djoko Siswanto.
Empat KKS yang menandatangi kerja sama dengan ESDM dan juga WK yang didapatkan masing-masing dalah WK South Andaman, dilelang dengan pemenang MP (South Andaman) Holding, RSC, Ltd.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sektor-migas_20171120_235123.jpg)