Awal Tahun Ada Tiga Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kotamobagu

Dua bulan di 2019 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sudah menerima tiga laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Awal Tahun Ada Tiga Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kotamobagu
TRIBUNMANADO/HANDIKA DAWANGI
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak Citra Dewi Ololah Ssos 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU- Dua bulan di 2019 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sudah menerima tiga laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Untuk 2019 sampai hari ini sudah ada tiga laporan kekerasan. Satu kekerasan terhadap perempuan dan dua kasus kekerasan terhadap anak," ujar Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak Citra Dewi Ololah Ssos, Rabu (13/02/2019).

Lanjut Citra tiga kasus tersebutsedang dalam proses hukum.  "Sedang diproses pihak kepolisian. Kami juga mendapat bantuan lembaga bantuan hukum. Saat ini sementara proses penyidikan.  Satu kasus KDRT, satu cabul dan satu lagi kekerasan fisik terhadap anak," ujar dia.

Lanjut Citra selama tiga tahun terakhir ini Dinas PPPA selalu menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan semuanya terlayani dan tertangani.

2017 ada 39 kasus terdiri dari kekerasan terhadap perempuan dan dan kekerasan terhadap anak. Terdiri dari 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 28 kasus kekerasan terhadap anak.

2018 ada 28 kasus terdiri dari 10 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 18 kasus kekerasan terhadap anak.

"Semua ada penyelesaiannya. Ada yang mediasi ada juga yang diproses hukum. Ada dua yang sampai pada putusan hakim. Yang pertama pada 2017 ada kasus kekerasan terhadap anak disabilitas, pelaku telah menerima hukuman 10 tahun 6 bulan penjara. Dan ada juga kasus di 2018 putusan hakim baru saja kemarin. Itu pelaku diputus hukuman 11 tahun 6 bulan penjara," ujar Citra.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kotamobagu Rafiqa Bora mengatakan ada penurunan laporan kekerasan.

"Kasus di 2017 ada 39 kasus dan mengalami penurunan pada 2018 yakni 28 kasus," ujar Rafiqa.

Rafiqa mengatakan penurunan jumlah kasus tersebut memang menjadi sasaran Dinas PPPA yang aktif pada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

"Puspaga memang untuk pencegahan sehingga nantinya ada peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak dalam keluarga serta penurunan angka kekerasan dalam rumah tangga.  Kalau Puspaga berhasil maka Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) korbannya menurun," ujar Rafiqa. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved