Lava Gunung Karangetang

Ini Penjelasan PVMBG Bandung Soal Aktivitas Gunung Karangetang

Tim Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Karangetang gelar rapat evaluasi aktivitas Gunung Karangetang

Ini Penjelasan PVMBG Bandung Soal Aktivitas Gunung Karangetang
DOK. Tribun Manado
Gunung Karangetang mengeluarkan asap putih tebal. 

"Jarak lontaran tersebut adalah ancamannya," jelas dia.

Baca: Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Warga Sekitar Diajurkan Pakai Masker

Baca: Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Petugas Pos Pemantau Minta Evakuasi Warga Sejumlah Kampung

Ia mengatakan, untuk aliran berupa aliran lava maupun awan panas, dan yang mungkin terjadi saat ini adalah ke arah barat sejauh 3 km, ke arah utara sejauh 4 km.

"Jika terakumulasi di ketinggian tertentu kemudian dia bisa longsor itu bisa menghasilkan awan panas," jelas dia.

Sementara yang terjadi saat ini adalah aliran dan guguran lava belum merupakan kejadian awan panas.

Ia mengatakan, mereka memberikan rekomendasi untuk melakukan monitoring secara berkala mengenai kondisi aliran lahar gunung Karangetang, karena saat ini aktivitas Karangetang berpusat di Kawah Utara dan ini sudah lama sekali aktivitas tidak di kawah Utara.

"Biasanya kalau aktivitas di kawah selatan sangat mudah kita melihat evolusi atau perubahan kondisi lava material lava. Namun, karena kondisi di utara sekarang sulit untuk diamati, maka perlu dilakukan pemantauan secara khusus melalui laut ataupun melalui menggunakan drone untuk melihat apakah ada penumpukan lava di ketinggian," jelasnya.

Gunung Karangetang Tertutup Kabut Tebal
Gunung Karangetang Tertutup Kabut Tebal (Istimewa)

menurut dia,  dalam sejarahnya aliran lava Gunung Karangetang, bisa menumpuk di suatu ketinggian tertentu dan jika mengalami collapse, bisa menghasilkan awan panas.

Untuk aliran lava menurutnya, saat ini masih ke satu arah yaitu ke kali Malebuhe, namun jika terjadi penumpukan aliran lava di ketinggian tertentu misalnya, ketinggian 800 meter diamati saat ini kalau misalnya ada penumpukan di situ, maka kali-kali lain bisa dilewati oleh aliran lava ini, di antaranya ke  kali Batuare, Kali Batukole yang ada di sebelah sebelah barat dari kali Malebuhe,  maupun kali Sabuang yang ada di sebelah timur dari kali Malebuhe.

"Untuk ancaman lava maupun awan panas itu dia bisa sampai ke laut sampai ke laut. oleh karena itu maka kami juga merekomendasikan tidak hanya sampai di tepi pantai namun sampai laut berapa ratus meter dari garis pantai untuk tidak sterilkan tidak dilewati oleh nelayan, karena itu untuk mengantisipasi terjadinya awan panas yang terjadi secara tiba-tiba, karena awan panas ini, bisa turun dengan cepat dan bisa menghasilkan hawa panas yang bisa menjangkau 100 sampai 200 meter dari garis pantai," jelas dia.

Ia mengatakan,  saat masih berada di puncak gunung, aliran lava pada temperatur sekitar 1000 derajat celcius tapi kalau semakin jauh dia akan semakin menurun sampai ke laut bisa 400 celcius, kalau sampai laut bisa alami pengerasan. (Amg)
 

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved