Polres Minsel Gagalkan Penyelundupan Miras Cap Tikus ke Gorontalo

Miras tanpa izin tersebut tersangka dapat dari wilayah Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, untuk disalurkan ke Gorontalo.

Polres Minsel Gagalkan Penyelundupan Miras Cap Tikus ke Gorontalo
ISTIMEWA
Sebanyak 130 kantong plastik cap tikus diangkut di mobil pick up untuk dipasarkan di Gorontalo. Miras ilegal tersebut kini sudah diamankan Polres Minsel. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Alexander Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Satuan Reserse Narkoba Polres Minahasa Selatan (Minsel) berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras (miras) jenis cap tikus illegal ke Gorontalo, Kamis (31/01/2019).

Miras yang digagalkan sebanyak 1.560 liter.

Burhan Gosal (41), warga Desa Bumela, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, tak berkutik saat ditangkap aparat kepolisian.

"Tersangka dan barang bukti berhasil kami amankan saat melintas dengan kendaraan pick up warna putih di Jalan Raya Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan,” ungkap Kasat Narkoba Polres Minsel Iptu Denny Tampenawas.

Baca: Cap Tikus 1978 Kurangi Peredaran yang Ilegal

Baca: 5 Varian Cap Tikus Populer di Manado, Ada Bakar Manyala hingga Campuran Ular

“Tersangka sudah kami incar dari beberapa minggu sebelumnya. Miras tanpa izin ini tersangka dapat dari wilayah Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, untuk disalurkan ke Gorontalo," lanjut Denny.

Total 1.560 liter cap tikus tersebut disimpan dalam 130 kantong plastik.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku bahwa bisnis tersebut sudah lama dia tekuni. Dari hasil penjualan miras tersangka mendapatkan keuntungan yang fantastik.

BERITA POPULER:

Baca: Heboh Video Mesum Remaja di Minahasa, Begini Tanggapan Kapolsek Langowan

Baca: KPU RI Umumkan 49 Caleg Eks Koruptor, 4 Orang dari Sulut, Berikut Data Diri dan Kasus Mereka

Baca: Keluarga Jemput Jenazah Viransi Tarek di Rumah Sakit, Peti Dibungkus Sebelum Dibawa ke Kalait

"Tersangka sudah lama beroperasi antarpovinsi. Cukup lumayan keuntungan yang didapat; dari pembelian 3 galon (1 galon 25 liter) dari petani dengan harga Rp 400.000 per galon maka tersangka juga mencampur lagi sebanyak 1 galon air mentah," kata Tampenawas.

Tersangka mendapat keuntungan 1 galon untuk dijual ke masyarakat atau warung-warung di Gorontalo dengan harga Rp 450.000 per galon.

“Dari perbuatan Tersangka tersebut tentunya akan berbahaya terhadap masyarakat yang akan mengomsumsinya, karena minuman tersebut sudah pasti tidak melalui pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan," ujar Kasat Narkoba. (*)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved