Pasien Kusta Di Boltim Meningkat, Aviv, Dinkes Turun Identifikasi Langsung

Kepala Seksi Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P), Aviv Sangki mengatakan, meningkatnya jumlah pasien kusta, karena adanya identifikasi

Pasien Kusta Di Boltim Meningkat, Aviv, Dinkes Turun Identifikasi Langsung
istimewa
Foto bersama sosialisasi Dinkes Boltim 

Pasien Kusta Di Boltim Meningkat, Aviv, Dinkes Turun Identifikasi Langsung.

TRIBUNMANADO.CO.ID,TUTUYAN- Jumlah pasien kusta di Bolaang Mongondow Timur, meningkat tiap tahun.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P), Aviv Sangki mengatakan, meningkatnya jumlah pasien kusta, karena adanya identifikasi penemuan kasus di 80 desa. Awalnya hanya berharap pasien datang sendiri ke Puskesmas.

Baca: Tak Lulus SMP, Menteri Susi Pudjiastuti Malah Masuk Daftar Pemikir Terbaik Dunia: Berarti Aku Pintar

"Kami langsung turun mengidentifikasi ke masyarakat lewat program ICF dan Frambusia (infeksi pada kulit, tulang dan sendi sebab oleh bakteri)," ujar Aviv Sangki, Kamis (24/1/2019).

Baca: Ini Cara Camat Tomini Agar Masyarakat Tidak Melepasliarkan Ternaknya

Kata dia, tahun ini pasti akan meningkat, karena program identifikasi kasus kusta, masih terus dilakukan di 80 desa. Tahun 2018 sudah ada 16 pasien kusta yang telah diidentifikasi dan ditangani oleh delapan Puskesmas tersebar di tujuh kecamatan.

Sebelumnya 2015 jumlah pasien tujuh orang, 2016 tiga pasien, 2017 enam orang dan 2018 terdapat 16 pasien.

Baca: Ahok bebas, Jika BTP Benar-benar Menikah Bulan Depan, Fifi Lety Bakal Lakukan Ini

Lanjut dia, penyakit ini sering disebut penyakit kutukan karena dosa, sehingga mereka merasa malu dan risih untuk datang berobat. Padahal penyebab penyakit kusta disebabkan adanya bakteri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P) dan Wabah, Sammy D. Rarung mengatakan, awalnya Boltim daerah indemis, sehingga akan dihapus. Namun adanya program dari ICF, maka ditunda. Karena adanya kasus.

Baca: Ahok Bebas - Ahokers Kirim Karangan Bunga Hingga Menginap di Luar Mako Brimob

"Kami akan berupaya 2019, banyak teridentifikasi kasus kusta, agar langsung dilakukan penaganan," ujar Sammy Rarung.

Ia menambahkan, kusta kering lama pengobatan 6-8 bulan dan basah 8-10 bulan. Obat ini gratis diberikan. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Chintya Rantung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved