Torang Kanal
Sherina GA Roring: Stop Kekerasan
Sherina pun berharap kasus penganiayaan remaja tak terulang lagi. Kasus yang telah terjadi agar berproses sesuai prosedur.
Penulis: Finneke | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penganiayaan yang melibatkan pelajar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas membuat banyak masyarakat prihatin. Satu di antaranya Sherina GA Roring.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Manado ini mengatakan, anak-anak remaja memang harus mendapat bimbingan dari keluarga dan sekolah.
"Peran orangtua penting. Bagaimana terus menasihati anak-anak agar tak melakukan tindakan yang tak baik," ujar Sherina, warga Tondano, Minahasa, kepada Tribunmanado.co.id, Minggu (20/1/2019).
Ada hukum yang berlaku bagi anak-anak yang melakukan tindak melanggar hukum. Namun jika menghukum saja, akan banyak kasus serupa yang terulang.
"Alangkah baiknya melakukan langkah pencegahan dalam hal ini. Peran orangtua, sekolah maupun orang-orang terdekat sangat penting. Bisa saja mereka memang kurang bimbingan," ujar gadis kelahiran Tondano, 7 Maret 2000 ini.
Sherina pun berharap kasus penganiayaan remaja tak terulang lagi. Kasus yang telah terjadi agar berproses sesuai prosedur. Semua pihak agar sama-sama mencegah kekerasan.
"Stop kekerasan dalam bentuk apapun, dengan siapapun. Tak ada siapapun yang layak mendapat kekerasan, dengan alasan apapun," jelas gadis yang hobi membaca dan makan ini. (*)