Banjir di Manado, Warga Asyik Buat Kolak dan Goreng Singkong, Juga Menanti Bantuan Caleg
Air yang sudah masuk ke dalam rumah tidak memaksa warga langsung mengungsi. Mereka menganggap banjir pada tahun 2014 silam lebih parah.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: maximus conterius
BERITA POPULER:
Baca: Air di DAS Tondano Naik, Seruan Mengungsi Terdengar dari Masjid dan Gereja
Baca: Fakta-fakta Banjir & Longsor di Manado: Data Korban, Lokasi Bencana hingga Debit Air Nyaris Waspada
Baca: Cerita Anggota TNI yang Evakuasi Buaya Pemakan Manusia: Penuh Ketegangan hingga Gigi Copot
"Sudah pindahkan barang-barang berharga lainnya ke rumah tetangga. Dan kami tetap akan tinggal di rumah ini meski menjadi langganan banjir," kata Asri dan Ulfa, pasangan suami istri di Lingkungan 3.
Di dalam rumah dihuni istri, anak-anak, cucu dan menantu. Peristiwa banjir sudah berkali-kali dirasakan keluarga ini.
Bahkan rumah yang terbuat dari tripleks itu pernah hanyut.
Amatan Tribun Manado, tinggi air bervariatif mulai dari lutut orang dewasa hingga perut orang dewasa di beberapa gang dekat pemukiman warga. (*)