Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Curhat Jokowi soal Papua: Bekerja Bertaruh Nyawa, KKB Tembak Helikopter TNI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggambarkan sulitnya medan yang harus dilalui para pekerja Trans Papua,

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kasad Jenderal TNI Mulyono berkonvoi mengendarai motor trail untuk meninjau langsung pembangunan jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1, di Papua, Rabu (10/5/2017). 

Tito mengatakan, tanggal 1 Desember memang menjadi hari peringatan bagi kelompok mereka. Aksi penyerangan itu pun menjadi momentum untuk menunjukkan eksistensi mereka.

"Tanggal 1 Desember itu biasanya mereka menunjukkan eksistensi. Ada saja, mulai dari upacara pengibaran bendera, sampai ke penyerangan kelompok bersenjata. Biasanya kalau menyerang, yang diserang aparat. Tapi kalau aparatnya sulit, mereka ya mencari sasaran yang lemah," ujar Tito.

Namun pada dasarnya, aksi pemberontakan mereka disebabkan oleh persoalan kesejahteraan di tanah kelahirannya. Tito mengatakan, pembangunan di wilayah tengah Pulau Papua, memang agak terlambat. Selama ini, pembangunan lebih dilakukan di wilayah utara, barat dan selatan Papua atas alasan kemudahan akses.

"Makanya kalau kita melihat kelompok bersenjata lebih banyak dari Papua Barat, Manokwari dan sebagainya. Tapi dengan pembangunan yang berjalan bagus, saat ini tidak ada lagi kelompok bersenjata di daerah itu," katanya lagi.

"Tapi di daerah pegunungan tengah, mulai dari Puncak Jaya, Lani Jaya, Nduga, Yahukimo dan sekitarnya itu memang pembangunan agak terlambat ya. Karena kondisi geografi yang memang sulit. Makanya sekali lagi, persoalannya ini adalah pembangunan dan kesejahteraan," lanjut dia.

Meki demikian, Tito mengatakan atas alasan apapun, aksi penyerangan seperti itu tidak dapat dibenarkan. Presiden sudah menginstruksikan TNI-Polri untuk menangkap para pelaku penyerangan. Jokowi juga sudah menyampaikan tekad untuk tetap melaksanakan pembangunan di seluruh tanah Papua.

"Bapak Presiden Jokowi ini sudah mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal membangun di pegunungan tengah. Salah satunya ya dengan cara membuka akses jalan Trans Papua," ujar Tito.

Kapolri kemudian Polri meralat jumlah korban pembantaian yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata terhadap para pekerja jembatan di distrik Yigi, Nduga, Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, jumlah korban meninggal dunia berjumlah 20 orang. "Informasi sementara adalah 20. 19 pekerja, dan 1 anggota TNI yang gugur," ujar Tito.

Tito menerangkan, setelah kelompok bersenjata melakukan pembunuhan dengan cara biadab terhadap para pekerja PT Istaka Karya, sehari setelahnya kelompok itu menyerang pos TNI di Mbua.

"Saya kira pos ini didirikan teman-teman TNI untuk menjaga para pegawai pekerja tadi. Itu jg diserang. Kekuatan 21 orang diserang. Setelah itu terjadi perlawanan dan mereka mundur, tapi sempat satu orang gugur," ucap Tito.

Sejauh ini, menurut Tito, belum diketahui jumlah korban dari kelompol bersenjata yang melakukan penyerangan tersebut. "Kita belum tahu di pihak mereka mungkin juga sudah ada korban juga, tapi saat ini pengejaran dilakukan," ucap Tito.

Kontak senjata terjadi antara aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dengan KKB Papua. KKB menembak sebuah helikopter milik TNI yang saat kejadian sedang melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko yang tewas ditembak di sebuah pos jaga TNI beberapa waktu lalu.

Baling-baling helikopter terkena tembakan saat diserang oleh KKB. Namun evakuasi jenazah Serda Handoko yang diback up dari team Nanggala berhasil dilakukan. Kini jenazah Serda Handoko telah dievakuasi dari
Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, untuk selanjutnya diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIT, tiga unit helikopter dengan tim Naggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju ke Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang merupakan lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved