Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Curhat Jokowi soal Papua: Bekerja Bertaruh Nyawa, KKB Tembak Helikopter TNI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggambarkan sulitnya medan yang harus dilalui para pekerja Trans Papua,

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kasad Jenderal TNI Mulyono berkonvoi mengendarai motor trail untuk meninjau langsung pembangunan jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1, di Papua, Rabu (10/5/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggambarkan sulitnya medan yang harus dilalui para pekerja Trans Papua, seiring kondisi geografis di sana yang berbentuk pegunungan.

Jokowi kemudian mencontohkan, pembangunan jalan dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer, yang ketinggiannya mencapai di atas 3 ribu meter maka diperlukan helikopter untuk membawa alat berat.

"Pembangunan di Papua itu memang sangat sulit sekali medannya, geografisnya, cuacanya, ketinggian 3 ribu sampai 4 ribu meter di atas permukaan air laut. Alat berat bawa ke sana pakai helikopter, membawa aspalnya juga pakai helikopter," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Medan yang sangat sulit di Papua, kata Jokowi, harus diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena membangun jalan di Pulau Jawa dengan Papua, sangat berbeda sekali.

"Alamnya sulit di tanah Papua, juga ada sisi keamanan di titik-titik tertentu. Ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu misalnya, karena alat yang sangat sulit dan kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa," papar Jokowi.

Meski medan yang sangat sulit dan telah terjadi penembakan kepada pekerja Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jokowi menegaskan semua pembangunan infrastruktur di bumi Cenderawasih akan tetap berjalan dan segera diselesaikan.

"Sekali lagi ingin saya sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap terus dijalankan diteruskan, tidak akan berhenti," pungkas Jokowi.

Ia kemudian menegaskan, pembangunan Trans Papua tetap berlanjut, meski terjadi insiden penembakan oleh KKB terhadap pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

Agar proses pembangunan tetap berlanjut, Jokowi meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk meneruskan tugasnya dalam membangun jalan di Wamena-Mamugu dan segera menyelesaikan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 km.

"Ini malah membuar tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua. Dari Wamena-Mamugu ini terus dibangun 35 jembatan, adi tetap harus diselsaikan, artinya PU jalan terus untuk membangun tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Jokowi.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal senjata seperti ini di tanah Papua maupun seluruh pelosok tanah air dan kita juga tidak akan pernah takut," ujar Jokowi.

Jokowi memastikan lagi, telah meminta kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar serta menangkap seluruh pelaku penindakan yang sudah termasuk biadab tersebut.

"Saya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menangani penyerangan dengan penembakan oleh KKB di Papua yang telah mengakibatkan gugurnya para pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua," papar Jokowi.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal senjata seperti ini di tanah Papua maupun seluruh pelosok tanah air dan kita juga tidak akan pernah takut. Mari kita bersama-sama mendoakan agar para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya lagi.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, pembantaian 20 orang di Kabupaten Nduga, Papua, oleh kelompok kriminal bersenjata, dilatari oleh eksistensi mereka sendiri.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved