Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

13 Kasus Penemuan Bayi yang Dibuang Orangtuanya di Sulut pada 2018, 3 Kondisi Masih Hidup

Selain kasus penemuan jasad bayi di Bitung tersebut, berikut 12 kasus temuan orok yang dibuang sepanjang 2018 terjadi di Sulut:

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
NET
Ilustrasi bayi meninggal 

 Warga Pulau Abadi Kelurahan Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan dihebohkan dengan penemuan bayi, Rabu (25/4).

Bayi tersebut ditemukan oleh keluarga Rondonuwu-Pudi, lantaran bayi tersebut diletakkan di dego-dego depan rumah mereka.

Bayi malang tersebut setelah diperiksa ternyata berkelamin perempuan. Namun beruntung lantaran masih hidup.

Min Pudi (62) yang pertama kali menemukan bayi tersebut mengatakan, saat itu sekitar pukul 05.00 wita ia bangun dan mendengar suara bayi menangis.

Ia kemudian memberitahukan suaminya Jacob Rondonuwu yang kemudian melihat dari jendela, dan benar ia melihat sesosok bayi tergeletak di dego-dego depan rumahnya sementara menangis.

"Kami keluar rumah dan melihat bayi perempuan," jelas Min.

Bayi tersebut dialas kain putih bercorak merah dalam posisi terlentang.

Ia dan suaminya kemudian memberitahukan hal tersebut kepada Ketua RT yang berdekatan dengan rumah mereka untuk melakukan pertolongan terhadap bayi perempuan tersebut.

Sementara itu, Simmon Tatontos (60) kepala lingkungan 2 Kelurahan Papusungan mengatakan, ia didatangi oleh Jacob Rondonuwu dan memberitahukan kalau ada orang yang membuang bayi di depan rumahnya.

Ia kemudian menuju ke rumah Jacob Rondonuwu, dan memang benar ada seorang bayi perempuan yang sudah diberikan perawatan oleh Ketua RT setempat.

Selang setengah jam kemudian, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lembeh.

Bayi perempuan tersebut sempat dibawa ke rumah seorang bidan di kelurahan Papusungan untuk mendapatkan perawatan. Sempat juga dibawa ke RS Budi Mulia untuk dirawat.

Kapolsek Lembeh Iptu Rudolf Lumandung mengatakan bahwa bayi tersebut ditemukan di dego-dego depan rumah keluarga keluarga Rondonuwu-Pudi.

"Bayinya sehat, tapi tali pusatnya hanya dipotong begitu saja, tapi sudah dirawat, sekarang dititipkan untuk dirawat di rumah keluarga yang menemukan bayi perempuan tersebut," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini sementara melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik bayi perempuan tersebut.

"Kami sementara selidiki, tapi kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi," ujarnya.

6. Penemuan Orok di Mapanget Manado - Meninggal

Kepolisian Sektor (Polsek) Mapanget menemukan orok berusia empat bulan di Pekuburan Umum Kelurahan Lapangan Kecamatan Mapanget Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.

"Orok tersebut ditemukan Rabu 2 Mei 2018 pukul 23.30 Wita," ujar Kapolsek Mapanget AKP Johanes Pagayang, Jumat (4/5/2018).

Polsek Mapanget mengetahui hal tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat.

Pada pukul 00.45 Wita, Ka SPK Plug A Aiptu Syamsuddin bersama anggota SPK dan Babhinkamtibmas Kelurahan Lapangan mendatangi TKP dan mendapati bahwa orok sudah dikubur.

Tim kemudian menggali dan membawa orok tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi atau visum.

"Kami juga memeriksa beberapa saksi di lokasi," ujar Kapolsek Mapanget.

Menurut saksi bernama Niklas Makawoge (37) bahwa pada Pukul 23.30 Wita dirinya bersama dua rekannya sementara duduk di rumah.

Kemudian datang mobil Ayla putih dengan nomor polisi B 1286 FOF. Didalam mobil ada dua orang laki-laki yang tidak dikenal.

Kendaraan tersebut berhenti dan menanyakan kepada saksi jalan untuk masuk ke pekuburan.

Kedua orang yang berada didalam mobil, kemudian turun dan berjalan ke pekuburan, dengan membawa tas plastik putih, kain putih dan cangkul.

Saksi sempat melihat dari kejauhan bahwa kedua lelaki tersebut sempat menggali tanah yang ada di seputaran pekuburan.

Setelah selesai menggali dan bergegas kembali, saksi sempat menanyakan apa yang dilakukan.

Dua orang tadi menjawab baru selesai menguburkan seorang bayi yang baru berusia sekitar empat bulan.

"Saksi sempat menanyakan asal kedua lelaki tersebut. Katanya dari wilayah Perum GPI Paniki dan yang satu lagi berasal dari Unima Tondano," ujar kapolsek.

Orok bayi ditemukan dibungkus dengan celana pampers, plastik putih dan kaos yang bertuliskan Hard Rock putih.

7.Penemuan Jasad Bayi di Wenang Selatan, Manado - Meninggal

Marselino Humaen (19) tak pernah menyangka bahwa gerobak sampah yang biasa ia gunakan untuk mengangkat sampah masyarakat, ternyata terdapat sesosok orok.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (19/7/2018) dini hari tadi di Kelurahan Wenang Selatan Lingkungan Satu Kecamatan Wenang.

"Saya awalnya liat plastik merah, tapi setelah saya buka ternyata ada kain warna putih penuh darah," ujar dirinya ketika ditemui di Polsek Wenang siang tadi.

Akibat melihat darah, ia kemudian meletakkan kembali kantung tersebut dan memanggil beberapa warga.

"Karena lihat darah saya langsung takut, dan panggil teman untuk sama-sama melihatnya," kata dirinya.

Ketika dibuka ternyata kantong tersebut adalah sebuah orok. "Kami berdua langsung naik motor ke Polsek untuk melaporkan hal ini," jelas Marselino.

Mendapatkan laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Wenang saat itu AKP Kasad Mokodongan langsung menuju ke lokasi kejadian.

"Ketika kami sampai di lokasi sudah banyak orang berkumpul, tapi tidak ada yang berani mengangkat orok tersebut," kata Kasad.

Orok bayi tersebut diperkirakan berukuran 25 Centimeter dan berusia sekitar 3 bulan.

"Jenis kelaminnya laki-laki dan ukuran oroknya sekitar 25 Centimeter. Saat ini orok tersebut sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan untuk pelaku masih sementara kami buru," tandasnya.

8. Penemuan Orok di Buha-Manado - Meninggal

Orok bayi ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (09/08/2018) pukul 17.15 Wita.

"Saya berada di rumah. Karena mendengar adanya penemuan orok tersebut saya keluar dan pergi melihatnya," ujar Anita (27), warga sekitar

Lanjut Anita, awalnya orok tersebut ditemukan oleh seorang pemulung. Karena takut, pemulung tersebut memanggil petugas di TPA.

"Orok kemudian dipindahkan dari dalam TPA ke dekat Gapura," ujar Anita.

Setelah itu orok yang berwarna merah menjadi tontonan sejumlah warga di sana.

"Sebagian besar yang menonton itu adalah anak-anak," ujar Anita.

Setelah dihubungi, polisi pun tiba dan langsung membawa orok tersebut.

Anita mengatakan penemuan orok seperti itu bukan lah hal yang baru bagi warga sekitar TPA tersebut.

"Orang orang di sini sudah terbiasa dengan penemuan orok tersebut. Memang seringkali tempat sampah ini jadi tempat orok dibuang," ujar Anita.

Sejak dia kecil hingga saat ini, sudah tak terhitung lagi berapa banyak orok yang ditemukan di sana.

"Sudah sekitar lebih dari 30 orok ditemukan di sini. Ada yang ditemukan sudah di dalam TPA, ada juga yang ditemukan masih dalam bak sampah," ujar Anita.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mapanget AKP Johanes Pagayang mengatakan memang benar ada penemuan orok.

Lanjut kapolsek, menurut keterangan saksi lelaki Alberto Stat (32), operator ekskavator orok pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung.

"Katanya pada waktu itu dia sedang bekerja dengan menggunakan alat ekskavator untuk mengangkat sampah. Kemudian saksi di panggil oleh pemulung sampah tidak tetap yang mana si pemulung telah menemukan orok. Saksi kemudian meminta tolong warga sekitar agar menghubungi kepala lingkungan II Kelurahan Buha untuk menghubungi kami," ujar kapolsek.

Personel Polsek Mapanget dipimpin Ka SPK Aiptu Usman bersama piket fungsi mendatangi TKP dan mengamankan orok tersebut dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara.

"Pemulung yang menemukan pertama kali orok tersebut sudah melarikan diri kemungkinan takut dengan penemuan orok," ujar kapolsek. 

9. Penamuan Jasad Bayi di Sawangan, Minahasa Utara - Meninggal

 Warga Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi heboh dengan penemuan Jasad bayi berjenis kelamin pria di sela-sela bebatuan daerah aliran sungai Tondano, Rabu (26/9/2018).

Kapolsek Airmadidi Iptu Hendrik Rantung kepada Tribun Manado via ponsel Kamis (27/9/2018) pagi mengatakan, jasad tersebut pertama ditemukan oleh AM (43).

"Dia sedang cari ikan lantas melihat jasad bayi teronggok di bebatuan," katanya.

AM lantas memberitahu temuan itu pada suaminya HD (38).

Keduanya kemudian melaporkan penemuan itu ke aparat desa.

Menerima laporan tersebut, aparat polsek Airmadidi turun ke TKP.

"Jasad bayi kami bawa ke rumah sakit untuk otopsi," kata dia.

Dikatakan Hendrik, pihaknya akan menyelidiki kemungkinan adanya unsur kejahatan dalam penemuan itu.

Ia mengimbau orang tua yang kehilangan anaknya untuk melapor. (art)

10. Penemuan Bayi  Batu Lubang lembeh - Masih Hidup

Warga Kelurahan Batu Lubang Kecamatan Lembeh Selatan dikejutkan dengan penemuan bayi di toilet tempat wisata Tugu Trikora Senin (08/10/2018).

Arman Pusung warga Kelurahan Lembeh mengatakan bayi perempuan ditemukan di toilet oleh penjaga tempat wisata Trikora tadi pagi.

"Bayi langsung di bawa ke kantor polisi terdekat," katanya.

Camat Lembeh Selatan Mex Mahapena mengatakan bayi yang ditemukan itu dalam kondisi masih berdarah, kondisi bayinya seperti baru lahir karena tubuhnya masih dipenuhi darah.

"Kami bersama lurah pun langsung membawa ke puskemas untuk dibersihkan oleh bidan dan di bawa ke rumah sakit Manembo-Nembo," jelasnya.

Kapolsek Lembeh Iptu Rudolf Lumandung saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id membenarkan ada warga yang menemukan bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam keadaan sehat di toilet tempat wisata patung Trikora.

Kejadiannya sekitar pukul 05.30 Wita, warga mendengar ada bayi yang sementara menangis di toilet.

"Dari laporan warga kami petugas datang ke lokasi dan langsung di bawa ke rumah sakit. 
Dan saat ini bayi sudah di bawa ke Rumah Sakit Manembo-Nembo untuk dilakukan perawatan dan pemeriksaan pada bayi," sebutnya.

Ia mengatakan saat ini pihak kepolisian masih dalam penyelidikan tersangka pembuangan bayi tersebut. 

11. Penemuan Bayi di Ranotana Manado - Meninggal

Warga Kelurahan Ranotana Lingkungan Lima Kecamatan Wanea dihebohkan dengan penemuan mayat bayi, di sungai Sario, Senin (10/9/2018).

Informasi yang diperoleh Tribun Manado dari warga mengatakan bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita.

"Jenis kelaminnya laki-laki dan sudah sekitar 7 bulan," ujar Ribka salah satu warga.

Ia mengatakan, bayi tersebut ditemukan dengan keadaan telentang dan sudah tidak bernyawa.

"Warna kulitnya masih merah, tangan dan kakinya juga sudah lengkap," beber dia.

Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Manado dan penyelidikan sudah diambil alih oleh Polsek Sario. 

Menurut Fanley, satu di antara warga di Kelurahan Ranotana Lingkungan Lima Kecamatan Wanea Manado ketika ditemui TribunManado.co.id, Senin (10/09/2018), bahwa tepat di seberang sungai tersebut banyak sekali tempat kos.

"Di seberang sungai itu memang tempat kos, banyak wanita yang ngontrak di situ. Mulai dari siswa hingga karyawati," ujarnya.

 
Ia menduga, bahwa bayi tersebut ditemukan seperti diletakkan oleh seseorang.

"Jalan untuk turun ke sungai cuma dari seberang karena harus gunakan tangga," bebernya.

Namun pria 44 tahun tersebut tak mengetahui jika di lingkungannya ada yang hamil.

"Saya tidak pernah dengar ada wanita hamil di dekat sini," tegasnya.

Saat ini bayi laki-laki yang diperkirakam berusia tujuh bulan itu sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Manado.

12. Penemuan bayi di Tinoor, Tomohon - Masih hidup

Bayi jenis kelamin laki-laki ditemukan di Kelurahan Tinoor Dua lingkungan V tepatnya di Jalan Raya Tomohon-Manado pada Jumat (28/09/2018), sekitar pukul 08.00 Wita

Dalam keadaan masih bernapas, bayi tersebut berada di dalam kardus air mineral di pinggir jalan raya sebelah kiri jalan raya Tomohon-Manado.

Bayi laki-laki ini ditemukan Rian Rejo (42) warga Kelurahan Tinoor dua lingkungan V.

Rian yang profesi pengangkut sampah ini kaget saat seorang bayi kelamin laki-laki yang dibalut dengan baby daken (selimut bayi ) warna corak putih biru di dalam kkardu.

"Saya kaget saat melihat didalam kardus adalah seorang bayi, saya hendak mengangkat sampah, saya kira itu sampah dan ternyata ada bayi," katanya.

Kaget melihat ada bayi di kardus, kemudian ia berlari meminta tolong kepada saudaranya yang tinggal dekat lokasi penemuan bayi tersebut.

Setelah itu ia bersama dengan Nova Ottay dan Jefry Nowin pergi untuk melihat bayi tersebut.

Setelah berada di lokasi penemuan bayi, Nova Ottay mengambil bayi tersebut dalam keadaan hidup.

Selanjutnya Nova Ottay dan Jefry Nowin menumpang di kendaraan truck rindam yang kebetulan lewat di lokasi penemuan bayi menuju ke RS Bhayangkara Manado.

Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi mengatakan benar adanya penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki ini.

"Kita sementara selidiki siapa orang tua dari bayi tersebut," kata Kusmayadi.

13. Penemuan Orok si Sungai Girian di Bitung - Meninggal

Bayi orok tersebut, ditemukan Yantos Bin Samit (40) warga Kelurahan Girian Weru Satu, di Sungai Girian Jumat (30/11/2018), pukul 14.30 Wita.

Bayi yang ditemukan tersebut dengan panjang sekitar 20 cm dan masih utuh tali pusar dan ari-arinya dalam keadaan sudah membusuk.

Yantos yang saat itu sedang bekerja mengumpulkan pasir dari Sungai

Yantos hendak akan memperbaiki penghalang air yang dibuat dari seng.

Namun, tiba-tiba melihat sesosok orok yang tersangkut diujung penghalang air yang dibuatnya.

Setelah melihat itu, dirinya langsung mengangkat namun memanggil rekannya, Ungke.

Kemudian Ungke mengangkat bayi tersebut dari dalam sungai, lalu Noval membawa bayi orok tersebut di Puskesmas Kelurahan Girian Weru Satu yang hanya di seberang Sungai.

(Aldiponge/dokumen tribunmanado)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved