Bambu Hasilkan Ribuan Produk Turunan, Termasuk Pakaian dan Interior Pesawat
Dunia sekarang sudah sepakat bambu adalah the rich timber, karena nilai ekonominya sudah berlipat ganda
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah tradisional atau kerajinan tangan berbahan bambu mungkin sudah biasa.
Tapi, pernahkan Anda melihat produk-produk seperti meja kopi, baju, atau sepatu yang berbahan dasar dari bambu?
Produk-produk inovatif seperti itu dipamerkan dalam festival “Bambu is Wonderful” di Bandung, Sabtu sampai Senin (26/11/2018).
Citra bambu sebagai kayu tradisional seketika bertransformasi. Lewat ide-ide pelaku usaha bambu, bahan ini telah menjadi berbagai produk modern.
Koleksi Bamboo Studio by Parker, misalnya, memamerkan belasan baju, kaus kaki, dan sepatu yang semuanya dari serat bambu.
Produk-produk ini tampak seperti busana pada umumnya karena bambu diubah jadi serat terlebih dahulu. Managing Director Bamboo Studio Taufiq Rahman menjelaskan keunggulan bahan ini.
Baca: Remaja Mampu Sulap Bambu Jadi Vila Mungil Di Perkemahan Kreatif Remaja GMIM
“Daya serapnya terhadap air sangat tinggi. Kira-kira empat kali lebih kuat dibandingkan katun. Karenanya kalau dipakai sangat dingin, adem nggak panas. Nggak berbau. Kami telah menguji coba, kaus serat bambu itu bisa dipakai dalam satu bulan nggak perlu dicuci, itu tidak menimbulkan bau. Karena ada anti-bakteri alamiah yang tidak hilang setelah dicuci,” jelasnya kepada VOA.
Penelitian Deakin University, Australia, pada 2011 menemukan komponen anti-bakteri terdapat pada lignin atau sel-sel tanaman bambu.
Meski studi terkait anti-bakteri bambu masih sedikit, banyak pihak yang percaya serat bambu lebih baik ketimbang serat katun.
Termasuk Taufiq, yang telah memproduksi kaus kaki sejak 2002, dan mulai melirik serat bambu pada 2010.
“Awalnya kami ini usaha membuat sepatu dan kaus kaki. Setelah bertahun-tahun usaha sepatu dan kaus kaki, terpikir cari bahan yang tidak berbau. Ketemulah serat bambu,” kisahnya.
Produknya kini sudah dipasarkan di setidaknya 10 kota besar Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, dan Surabaya. Taufiq mulai menjajaki pemasaran ke luar Pulau Jawa seperti Makassar dan Flores.
Potensi Bambu Telah Dilirik Dunia
Kalangan pengusaha mulai melirik bambu karena potensinya yang besar. Perhimpunan Pelaku Usaha Bambu Indonesia (Perpubi) menyatakan, bambu bisa dijadikan ribuan produk turunan.
Sekjen Perpubi, Dudi Darma Bakti, mengatakan bambu tidak lagi berupa anyaman untuk bilik namun bisa dilaminasi seperti kayu atau jadi serat pakaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/potensi-bambu.jpg)