Swara Parangpuan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan

Swara Parangpuan bersama jaringan lembaga pengada layanan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan.

Swara Parangpuan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan
ISTIMEWA
Swara Parangpuan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Swara Parangpuan bersama jaringan lembaga pengada layanan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan, yang berlangsung 25 November hingga 10 Desember 2018.

Direktur Swara Parangpuan Sulut, Lily Djenaan mengatakan kampanye dalam bentuk diskusi dengan mahasiswa, ormas keagamaan, komunitas dampingan, dan para calon legislative DPR RI dan DPD RI.

Bentuk kegiatannya yakni talkshow radio, live streaming FB, diskusi langsung, nonton bareng film tentang kasus kekerasan seksual.

"Tujuan rangkaian kegiatan ini adalah tersebarnya informasi tentang kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan kepada masyarakat dan pentingnya mendorong kebijakan yang pro perempuan terutama perempuan korban kekerasan," ujarnya Minggu (25/11/2018).

Di samping itu Swara Parangpuan juga meminta komitmen kepada para calon legislatif DPR RI dan DPD RI Dapil Sulut untuk mendukung program serta kebijakan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak, termasuk percepatan Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual jika mereka terpilih nanti.

"Karena penghapusan kekerasan terhadap perempuan membutuhkan kerja bersama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk bergerak secara serentak, baik aktivis HAM perempuan, pemerintah, legislatif dan media," ujarnya.

Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia.

Komnas Perempuan mencatat kekerasan terhadap perempuan ditingkat nasional tahun 2017 berjumlah 348.446 kasus, 1/4 dari angka itu adalah kasus kekerasan seksual, kurang dari 10 persen yang diputus di pengadilan.

Sementara Swara Parangpuan mencatat kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Utara dari pantauan media berjumlah 268 kasus, 76 persen di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Saat ini RUU Penghapusan Kekerasan Seksual masuk prolegnas tambahan tahun 2016,2017, 2018.

Baleg dan Banmus DPR RI membahas RUU ini dan dilimpahkan kepada Komisi VIII DPR RI.

Komisi VIII membentuk Panitia Kerja RUU dan dilakukan pembahasan tingkat 1.

"Melalui momentum kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, kami mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama ikut mendorong segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Banyak cara untuk bisa berpartisipasi dalam kampanye ini," jelasnya.

(Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved