Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

4 Tips untuk Menghadapi Bunga KPR yang Naik

Tren bunga tinggi yang dipicu oleh pelemahan rupiah menghadapi dollar AS beberapa waktu lalu, akan mempengaruhi tingkat bunga pinjaman di bank.

Editor:
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tren bunga tinggi yang dipicu oleh pelemahan rupiah menghadapi dollar AS beberapa waktu lalu, akan mempengaruhi tingkat bunga pinjaman di bank.

Seiring kian naiknya bunga acuan, bank pun kian sengit berebut dana masyarakat dengan menaikkan bunga simpanan.

Sebagai konsekuensi kenaikan bunga simpanan, bunga pinjaman pun ikut naik supaya bank tetap mampu menjaga keuntungan bisnis mereka.

Baca: Inflasi Venezuela Dihitung Melalui Secangkir Kopi

Nasabah KPR yang sudah memasuki periode bunga mengambang atau floating rate, akan menghadapi risiko kenaikan bunga KPR di tengah tren bunga tinggi seperti saat ini.

Seperti dikutip HaloMoney.co.id, berikut cara mengurus cicilan KPR yang naik :

1. Berhemat

Ilustrasi menabung, hemat, investasi
Ilustrasi menabung, hemat, investasi (TOTO SIHONO)

Lakukan penghematan pengeluaran secara terencana.

Fokus menghemat pos-pos pengeluaran yang bersifat sekunder atau tersier.

Misalnya, memangkas biaya hiburan, biaya makan di luar, biaya langganan TV kabel, dan sebagainya.

Pos anggaran makan di luar, misalnya, bisa Anda kurangi dari semula setiap pekan menjadi
satu bulan sekali saja.

Biaya langganan TV kabel juga bisa coba Anda turunkan dengan mencari paket lebih murah.

Baca: Susy Susanti Beberkan Target Besar Bulu Tangkis Indonesia Tahun 2019

Bagaimana dengan biaya-biaya pos primer seperti makan dan pakaian?

Menghemat biaya dapur dapat Anda tempuh dengan memaksakan diri memasak setiap hari untuk bekal makan saat di kantor. Cara ini bisa menghemat cukup banyak ketimbang terus menerus makan siang dengan membeli makan di luar kantor.

2. Cari penghasilan sampingan

Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, bahwa alat pembayaran yang sah adalah Rupiah.
Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, bahwa alat pembayaran yang sah adalah Rupiah. (istimewa/ Bank Indonesia)

Di era internet seperti saat ini, ada banyak peluang menambah penghasilan yang bisa Anda lakukan tanpa harus merogoh modal terlalu besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved