Kesehatan
Bukan dari Penyakit, Ada 7 Penyebab Sepele Orang Mudah Sakit Kepala, Ini Cara Mengatasinya!
Sering kali kita pernah mengalami sakit kepala. Namun, sakit kepala juga bukan dari suatu penyakit.
Kafein bekerja sebagai obat penghilang rasa sakit ketika datang ke sakit kepala (sementara air dingin dengan es dapat memperburuk situasi).
Studi klinis yang dilakukan di Albert Einstein College of Medicine menunjukkan bahwa kita bisa mendapatkan efek terbaik jika kita minum kafein bersama dengan analgesik.

5. Akupuntur
Studi dalam Technical University of Munich menunjukkan bahwa akupunktur dapat menghilangkan sakit kepala dengan baik hingga melawan ketegangan dan sakit kepala kronis.
4. Cahaya atau Lampu Hijau
cientists dari Harvard Medical School mengungkapkan bahwa lampu hijau secara signifikan mengurangi kepekaan terhadap cahaya, fotofobia, dan bahkan dapat mengurangi keparahan sakit kepala.
Profesor Rami Burstein dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa cahaya hijau mengurangi rasa sakit sekitar 20%.
Baca: 4 Manfaat Minum Air Putih yang Sangat Tak Terduga
3. Meditasi
Berlatih meditasi memiliki kecenderungan lebih sedikit migrain yang kurang parah.
Terlebih lagi, sakit kepala hanya berlansung singkat, dan penderita sakit kepala bahkan bisa mengendalikan migrain mereka.
Tidak ada efek samping yang terungkap setelah meditasi.
2. Diet
Menurut MD Vincent Martin, makanan olahan tinggi monosodium glutamat adalah pemicu sakit kepala potensial.
Makanan olahan seperti itu terdiri dari produk beku atau kalengan, keju, keju cottage, beberapa makanan ringan, saus salad, saus tomat, dan saus BBQ.
Dianjurkan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran segar bersama dengan berbagai jenis daging.
Lebih baik berhenti minum alkohol karena itu salah satu pemicu utama sakit kepala.
Baca: Ini Manfaat Minum Air Es Setelah Makan Yang Jarang Diketahui
1. Gunakan Kacamata Berwarna
Kacamata hitam dengan lensa gelap direkomendasikan untuk semua orang yang menderita sakit kepala dan fotofobia.
Tetapi beberapa pasien mengeluh bahwa metode seperti itu tidak selalu berguna atau nyaman.
Kemudian para ilmuwan dari Universitas Cincinnati merancang penelitian untuk menilai pengaruh kacamata berwarna pada orang yang menderita sakit kepala.
Ditemukan bahwa 85% pasien melaporkan fotofobia mendapat bantuan dari gejala.
Kacamata semacam itu dapat mengurangi cahaya terang dan dapat digunakan di dalam ruangan, yang dapat mengoptimalkan bantuan pada mereka yang menderita fotofobia, atau sensitivitas cahaya.
(TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)