Keluarga Korban Lion Air di Minut Harap Mukjizat: Hari Ini Ibu Makalew ke Jakarta
Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 di perbatasan perairan Karawang dan Bekasi,
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Badan pesawat diprediksi menukik, menghunjam lalu jatuh menghantam lautan dari ketinggian 2.500 kaki - 3.000 kaki atau sekitar 750 hingga 880 meter. "Pesawat dengan ketinggian 2.500-3.000 (kaki) lost off radar contacts sudah berada di bawah jangkauan radar. Karena radar ada sudutnya," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat.
Tim KNKT telah ke lokasi kedian di perairan Karawang berdasarkan titik jatuh pesawat. Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat yang menjadi penentu lokasi pesawat diduga tenggelam di perairan Tanjung Karawang. "ELT masuk ke air jadi enggak bisa transmit. Kami juga monitor, tapi memang tapi perkirakan tenggelam juga," ujarnya.
Pesawat Lion Air JT 610 rute Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dipastikan jatuh di Karawang. Basarnas mengungkapkan detik-detik jatuhnya pesawat yang membawa 189 orang. Sebanyak 182 penumpang dan tujuh awak pesawat (2 pilot/copilit dan 5 pramugari).
Jatuhnya Lion Air disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Muhammad Syaugi dalam jumpa pers bersama KNKT di kantor Basarnas, pada pukul 06.21 WIB pesawat Lion Air JT 610 lepas landas. Kemudian pukul 06.33 WIB, pesawat hilang kontak. Pukul 06.50 WIB, Basarnas menerima laporan dari ATC bahwa pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengalami hilang kontak.
"Kalau kami lihat di peta, lost contact ada di atas sini (Karawang, Jawa Barat). Ini jaraknya kalau dari kantor SAR Jakarta 34 nautical mile. Kalau Tanjung Priok 25 nautical mile. Kalau dari Tanjung Karawang 11 nautical mile. Jadi tidak terlalu jauh. Kami dapat informasi bahwa pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 saat itu," kata Syaugi.
Presiden Direktur Grup Lion Air Edward Sirait mengatakan, pesawat Lion Air JT 610 jatuh setelah mengudara selama sekitar 13 menit. "Penerbangan Lion Air dengan JT 610 take off pada pukul 06.20 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang setelah 13 menit mengudara," ujar Edward di Gedung Lion Air Operation Center, Jalan Marsekal Surya Darma No 44, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang.
Setelah 13 menit mengudara, tidak ada komunikasi lagi antara awak pesawat dengan tower maupun operation center Lion Air. "Kemudian kami menerima informasi dari pihak-pihak lain, saya enggak bisa menyebutkan, bahwa mereka melihat ada sesuatu benda di Pantai Karawang dengan koordinat barat 549 poin 052 dan timur 107 poin 6568 kurang lebih di sekitar Karawang," katanya.
Pesawat tersebut mengangkut 178 penumpang dewasa, seorang anak, dan 2 orang bayi. "Di dalam 178 (penumpang) itu ada juga 4 kru kami yang sedang training, 3 pramugari, satu engineer, 8 awak pesawat, 2 penerbang, satu instruktur kabin, pramugari, dan 5 awak kabin yang aktif ikut dalam penerbangan tersebut," ujar Edward.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, personel Basarnas mengangkut 4 kantong bagian tubuh korban pesawat Lion Air JT 610 tiba di Pelabuhan Petikemas Internasional (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin sore hingga petang.
Ke-4 kantong bagian tubuh korban Pesawat Lion Air JT 610 dibawa personel TNI Angkatan Laut (AL) menggunakan KRI Sikuda 863 tiba di Pelabuhan JICT Tanjung Priok sekitar pukul 18.05 WIB. Potongan tubuh korban dibawa dengan kantong jenasah berwarna hitam dengan bertulisan Basarnas. Petugas TNI AL membawa kantong potongan tubuh korban turun dari atas kapal KRI Sikuda 863.
Sementara, petugas Basarnas dan PMI telah bersiap di pinghir kapal untuk membawa kantong jenasah menuju ambulance. Usai dilakukan indetifikasi awal oleh Dokpol, 4 kantung potongan korban itu kemudian dibawa masuk mobil ambulance untuk menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Selain membawa 4 kantung potongan tubuh korban, TNI AL juga membawa serpihan potongan bagian Pesawat Lion Air JT 610. Sebelumnya, petugas di Kapal KN P. 384 mengangkat 2 buah kantong berwarna kuning yang berisi potongan tubuh korban ke pinggir dermaga. Dua kantong potongan jenasah itu kemudian dibawa menuju ambulance yang telah siap. Tak berselang lama, 2 potongan jenasah korban lalu dibawa menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dengar Ledakan
Lokasi jatuhnya pesawat diduga berada di sekitar perairan antara perbatasan Cabangbungin dan Pakisjaya. Kejadian jatuhnya pesawat Lion Air sempat diketahui dari pukul 07.05 WIBB dari kapal tunda (Tugboat) As Jaya 11 pada posisi koordinat 05 49.727 S -107 07.460 E dengan Heading 40 derajat timur laut, Tanjung Karawang.
Kejadian jatuhnya pesawat terdengar warga yang berada di sekitar Tanjung Karawang. Seorang nelayan asal Tanjungpakis bernama Boros (50) mengaku mendengarkan ledakan suara cukup keras di sekitar perairan Tanjung Karawang. "Sempat mendengar suara ledakan cukup keras di sekitar pesisir pantai," kata Boros.