Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keluarga Korban Lion Air di Minut Harap Mukjizat: Hari Ini Ibu Makalew ke Jakarta

Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 di perbatasan perairan Karawang dan Bekasi,

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Basarnas dan tim pencari evakuasi beberapa kantong jenazah dan puing pesawat Lion Air yang jatuh dari perairan Kerawang ke Tanjung Priok, Senin (29/10/2018) malam. 

Syaugi menjelaskan, Basarnas dan tim evakuasi gabungan akan terus melakukan proses evakuasi 24 jam penuh selama 7 hari mendatang. Armada yang diterjunkan yaitu melibatkan 3 kapal besar, 2 kapal kecil dan satu helikopter.

Proses pencarian ke depan, armada akan ditambah sebanyak 15 kapal. Dan mengerahkan personel gabungan dari TNI dan Polri.

"Bila sela 7 hari badan pesawat dan korban belum ditemukan, maka waktu proses pencarian akan diperpanjang hingga ditemukan," tegasnya.

Beberapa jenazah korban ditemukan. Jenazah ditemukan dalam keadaan mengapung. "Saat ini, rata-rata mengapung jenazahnya," tambah Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat, Deden Ridwansyah, di posko evakuasi di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Senin kemarin.

Deden mengatakan, jenazah itu selanjutnya dievakuasi ke Tanjung Priok. Nantinya, jenazah bakal diidentifikasi pihak terkait. "Selanjutnya proses identifikasi oleh pihak terkait," ujar Deden.

Hingga tadi malam, proses pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan laut Karawang, Jawa Barat, masih dilakukan. Pencarian bakal dilakukan selama 24 jam.

Bhavye Suneja, Pilot Lion Air JT610 yang dkabarkan jatuh di perairan Jawa Barat, Senin (29/10/2018)
Bhavye Suneja, Pilot Lion Air JT610 yang dkabarkan jatuh di perairan Jawa Barat, Senin (29/10/2018) (Facebook/bhavye.suneja)

Minta Balik ke Bandara

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang minta return to base atau kembali ke bandara 2 menit setelah take off. Alasannya, pilot merasakan ada hal yang harus membuat dirinya kembali.

"2 Menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, tadi malam.

Namun, dia tak mengetahui apa yang terjadi di pesawat saat sudah mengudara ke arah timur. Tapi dia mengatakan arah terbang tersebut sah-sah saja.

"Tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di pesawat sampai dia bisa terbang ke arah timur ya. Jadi gini, situasi darurat di pesawat pilot itu paling utama adalah berusaha mengendalikan pesawatnya dulu. Itu prinsipnya. Istilahnya fly the air crowd, saya harus terbangkan pesawatnya, mungkin karena sibuk mencoba mengendalikan pesawatnya, sehingga mau arahnya ke mana itu fine-fine saja, bukan hal yang aneh. Sampai pilot merasa dia sudah menguasai pesawatnya nanti dia akan putar balik ke arah bandara," ucapnya.

Pesawat Lion Air JT 610 yang berjenis Boeing 737 Max 8 jatuh di perairan Karawang, pagi tadi. Pesawat itu mengangkut 189 orang.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB. Pada pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak hingga akhirnya ditemukan jatuh di kawasan laut di utara Karawang, Jawa Barat.

Pesawat Menukik dari Ketinggian 750 Meter

Pesawat komersial Lion Air nomor penerbangan JT 610 jatuh di perbatasan perairan Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pilot hilang kontak dengan pengawas bandara sekitar pukul 06.33 WIB, pesawat tiba-tiba menukik menghunjam ke laut berkedalaman sekitar 35 meter, ketika terbang 13 menit pada ketinggian sekitar 750 - 880 meter. Terdapat 189 orang penumpang dan kru.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved