Kamaru Jadi Inspektur Upacara, ini Pesannya bagi Para Pemuda

Bupati Iskandar Kamaru, menjadi inspektur upacar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-90.

TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Bupati Iskandar Kamaru saat menjadi inspektur upacara 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Bertempat dilapangan Kantor Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), di Panango, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (29/10/2018), Bupati Iskandar Kamaru, menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-90.

Baca: Pemuda Muhammadiyah Bolsel Gelar Dialog Fokus

Upacara tersebut diikuti oleh Sekda, Staf Ahli, Staf Khusus, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Camat, Sangadi (Kepala Desa), dan Kapolsek Bolaang Uki beserta jajaran.

Baca: Riston: KNPI Bolsel Telah Terbentuk Sejak Musda Pertama

Bupati saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) berharap, peringatan Sumpah Pemuda kali ini dijadikan sebagai momen kesadaran anak Bangsa untuk membangun dan menjaga keutuhan Negeri.

Baca: OKP Bolsel Tolak Musda KNPI

"Mari kita semua anak Bangsa menjaga persatuan dan kesatuan Negeri ini dari segala macam perbedaan, dan menjaga komitmen Bangsa seperti yang dilakukan para tokoh Bangsa kita," ucap bupati.

Baca: Ini Kelas yang Dipertandingkan dalam Bupati Cup Boxing Bolsel

Kamaru, menambahkan, generasi muda sebagai ujung tombak dan penerus Bangsa untuk terus memperjuangkan dan membangun Bangsa dari berbagai bidang.

"Mari kita menjadi pelopor ditengah masyarakat, menjadi pemuda yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk mengantikan peran para pendahulu kita yang telah banyak berbuat untuk Negeri ini," ajaknya.

Baca: Pekan Sedap Hasil Seleksi Guru Honor Bolsel Diumumkan

Disisi lain berkembangnya sumber daya serta daya saing memiliki beberapa dampak negatif seperti informasi bersifat hoax, berisi hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, terorisme, dan sebagainya.

"Kaum muda harus membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam Berbangsa dan Bernegara," jelasnya.

Baca: Ini Penjelasan Shandy Terkait Persiapan Ujian CAT di Bolsel

Kata dia, revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju, berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

"Oleh karena itu revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju dan menghasilkan bangsa yang hebat," tandasnya. (lix)

Penulis:
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved