Breaking News:

Bocah 9 Tahun di Sangihe Dibakar Ibunya, Kasat Reskrim: Kasusnya Sudah SPDP ke Jaksa

Polres Sangihe terus memproses kasus Jesica Mananohas (10) di Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara

facebook Jull Takaliung
Jull Takaliung menjengung Jessica 

"Eci membutuhkan salep ini banyak untuk tube kecil setiap habis mandi harus dioleskan 2 tube. Itu berarti, Eci membutuhkan banyak salep ini utk kesembuhannya. Oleh sebab itu, siapapun anda yang punya kelebihan dan ingin membantu bisa membawanya langsung ke RS Liun Kendage atau bisa menghubungi saya melalui hp 081340017722," tulis Jull di facebook.

Baca: 7 Fakta di Balik Penolakan pada Habib Bahar & Al-athos di Manado, Alasan Ormas hingga Isi Ceramah

Selain salep, Eci juga membutuhkan pampers dan alas tidur khusus (undepad) agar luka-lukanya tidak kena kuman.

"Semoga kita yang berkecukupan mau berbagi utk menolong proses kesembuhan anak kita 
Jessica Mananohas," tulis Jull

Dalam 3 jam, unggahan tersebut sudah 321 kali dibagikan dan 700 like hingga ratusan komentar.

Seorang bocah bernama Jessica Mananohas (9) siswi kelas 4 SD Desa Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Sangihe disiram dengan minyak tanah lalu dibakar oleh ibunya. (facebook Jull Takaliung)

Berikut unggahan lengkap oleh Jull Takaliuang:

Siapapun kita, pasti tak percaya.. kalau gadis kecil mungil ini adalah korban kesadisan tindakan jahat seorang ibu yg melahirkannya.. Jessica Mananohas (9 thn) siswi kelas 4 SD dari desa Pintareng kecamatan Tabukan Selatan tergolek kesakitan di RS Liun Kendage Tahuna akibat luka bakar 85% di sekujur tubuhnya..

ia disiram minyak tanah oleh ibunya lalu disundut dgn api..kejadian itu sudah sebulan yg lalu..

Kemarin sore saya mewakili LPA Sulut menjenguknya..dia meminta tangannya digenggam..OMG.. tak tahan sy menatap wajah cantiknya yg penuh luka bakar,.. air mataku terus mengalir dan memanjatkan doa dalam hati :beri kekuatan bagi anak ini Ya Tuhan.. 

Bau luka menyebar di ruangan ...utk sedikit meringankan nyeri dan kesakitannya, ada kipas angin kecil yg diarahkan ke tubuh kurusnya yg terlilit dengan perban.. Eci, nama panggilannya sdh bisa berkomunikasi meski hanya pelan... ingin berceloteh banyak hal, tapi mulut sy seperti terkunci rapat, melihat 'kepura-puraan' ibunya yang seakan menunjukkan kasih sayangnya di sisi ranjang dimana Eci tergolek...sy hanya terus menggenggam tangan Eci.. seakan dia tidak ingin ditinggalkan... "luka bakar paling parah ada di bagian belakang sampai pantat' demikian penjelasan seorang perempuan yg ikut menjaga yg dipanggil Ma Lala oleh Eci.

Baca: Kronologi Penolakan Kedatangan Habib Bahar dan Habib Al-athos: Saya Orang Manado

Halaman
123
Penulis:
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved