Memutar Punggung Dapat Bahayakan Tulang Sendi, Ini Penjelasan Ahli
Memutar punggung hingga berbunyi pasti terasa melegakan dan seolah mampu meredam pegal-pegal.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Memutar punggung hingga berbunyi pasti terasa melegakan dan seolah mampu meredam pegal-pegal.
Perasaan semacam ini sama halnya dengan yang kita rasakan ketika meremas buku-buku jari tangan. Nyatanya, melakukan kebiasaan itu justru hanya berakibat fatal.
Pakar Chiropractic, Chris Vargas mengatakan, suara yang muncul ketika kita memutar punggung menunjukan pergeseran sendi tulang belakang.
Baca: Arie Adrianus Suprapto, Putra Suzanna yang Meninggal Secara Tragis di Usia Remaja
Chiropractic selama ini diklaim sebagai metode terapi yang berfokus untuk mengoreksi kelainan tulang belakang, otot dan sendi saraf.
"Suara retak yang terdengar adalah pelepasan gelembung gas di dalam sendi tulang belakang," kata Vargas.
Menurut dia, ketika tulang belakang tidak sejajar, sendi dapat membengkak dan terisi gelembung yang mungkin muncul ketika kita bergerak dengan cara tertentu.
Gelembung tersebut merupakan kantong gas nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida di dalam cairan sendi yang terakumulasi ulang dari waktu ke waktu.
Baca: 4 Cara Jaga Interaksi dengan Followers di Instagram
Pakar medis Dr Joshua Scott mengungkapkan, kondisi inilah yang membuat kita tidak bisa melakukannya berkali-kali pada sendi yang sama.
Sebagai contoh, setelah kita duduk sepanjang hari, punggung mungkin berbunyi saat kita mencoba memutar, membungkuk, atau bergerak.
Saat itu tulang belakang bergeser kembali ke posisi normal. Namun, Vargas mengatakan meski bunyi yang muncul pada tulang bisa terjadi karena unsur ketidaksengajaan, banyak orang yang melakukannya secara sadar.
"Biasanya, mereka melakukannya untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang disebabkan pergeseran tulang," kata Vargas.
Para ahli di Atlantic Brain & Spine, mengatakan, terkadang orang akan memutar atau bergerak agar sendi tulang belakang berbunyi karena mereka merasakan kenyamanan saat melakukannya.
Baca: 4 Cara Jaga Interaksi dengan Followers di Instagram
Riset tahun 2011 membuktikan orang mengasosiasikan suara melepaskan sendi bagai bantuan, meski tidak banyak berpengaruh.
Beberapa ahli Chiropractic mengklaim memutar punggung hingga berbunyi dapat melepaskan zat-zat yang terasa baik yang disebut endorphins.
Namun, para ahli juga mengatakan, kebiasaan ini dapat membahayakan tulang dan sendi. Memutar punggung bisa menyebabkan nyeri punggung kronis karena cakram dan saraf yang rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi_20180807_223959.jpg)