Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Proyeksi IHSG Terkoreksi Lagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (11/10) kembali memerah. IHSG ditutup turun 2,02% ke 5.702,82. Investor asing

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Hitung uang rupiah 

Sumber: Kurs Tengah BI (11/10/2018)


Rasio Kredit Bermasalah Bank Taipan Naik

Sejumlah bank milik taipan mencatatkan kinerja positif pada sisa tahun ini. Kondisi ini sejalan dengan pesatnya permintaan kredit menjelang akhir tahun terutama di kuartal-III dan kuartal-IV. Bank milik taipan masih menyasar sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi penopang kredit.

Bank Mayora misalnya, pada kuartal III-2018 mencatatkan realisasi kredit sebesar Rp 3,76 triliun. Kendati masih terbilang tipis, posisi kredit tersebut meningkat sebesar 6,26% secara year on year (yoy).

Sementara itu dari sisi dana pihak ketiga (DPK), bank milik bos Mayora Group ini mencatatkan realisasi mencapai Rp 4,65 triliun. Total penghimpunan dana masyarakat tersebut naik 9% dari sebelumnya Rp 4,23 triliun.

Kendati demikian, Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij mencatatkan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) nett Bank Mayora di kuartal III 2018 naik ke level 2,72% dari 1,74% di kuartal III-2017.

Dalam penyaluran kredit, Bank Mayora tetap fokus ke seluruh segmen yang memiliki potensi antara lain komersial, konsumer maupun ritel dan mikro.

Sebelumnya, Irfanto mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mematok pertumbuhan kredit sebesar 8% hingga 9%. Posisi ini menurun dibandingkan target yang dipasang pada awal tahun sebesar 13%-14%.

Alasannya, kondisi tahun 2018 masih belum kondusif. Beberapa penghambat antara lain perang bunga antara bank kecil dan bank besar yang kian sengit.

Adapun Bank Sahabat Sampoerna, milik Grup Sampoerna kinerja pada kuartal III 2018 secara umum masih sesuai dengan rencana bank.

Sayangnya, Direktur Keuangan Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra belum dapat merinci realisasi kinerja perusahaannya lantaran hasil akhir masih dalam tahap audit. Namun, Henky memastikan rata-rata kinerja di kuartal III 2018 lalu mencatatkan peningkatan sebesar dua digit.

Henky tak menampik dalam kondisi makro ekonomi seperti saat ini, NPL ikut mengalami peningkatan. Menurutnya, pada kuartal III 2018 lalu, Bank Sampoerna mencatatkan NPL di kisaran 4%.

Posisi ini meningkat dibandingkan periode kuartal III 2017 yaitu sebesar 3,75%. "Kenaikan NPL masih dalam batas yang sangat terkendali. Kenaikan NPL masih di kisaran belasan basis poin," tutur Henky.

Dalam penyaluran kredit, Bank Sampoerna masih tetap fokus di sektor UMKM. Pada laporan keuangan Agustus 2018 lalu Bank Sampoerna membukukan kredit sebesar Rp 6,8 triliun, tumbuh 11% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Tahun ini, target pencapaian kredit Bank Sampoerna antara 12%-15%.

Direktur Utama Bank Nobu, Suhaimin Djohan menilai, pencapaian kinerja di kuartal III-2018 masih sejalan dengan target bisnis 2018. Fokus bank milik Lippo Grup ini di sektor perdagangan, pengolahan, manufaktur, jasa, properti dan segmen konsumer.
(Marshall Sautlan/Danielisa Putriadita/Anna Maria Anggita Risang)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved