Putra Mahkota Saudi Sebut Arab Saudi Bisa Bertahan 2000 Tahun Tanpa AS

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump yang menyebut mereka

FAYEZ NURELDINE / AFP
Pangeran Mohammed bin Salman bersama Direktur IMF Christine Lagarde. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump yang menyebut mereka tak bisa bertahan tanpa AS.

Pangeran yang dikenal dengan inisial MBS itu mengatakan dia sangat suka bekerja sama dengan Trump, dan memuji hubungan dua negara.

Dilansir Bloomberg via Al Jazeera Jumat (5/10/2018). MBS berujar AS dan Saudi telah mencapai banyak keberhasilan di Timur Tengah.

Antara lain melawan ekstremisme, ideologi ekstrem, terorisme, hingga kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pangeran berusia 33 tahun itu mengaku maklum jika sebagai sekutu, AS bisa menyuarakan ketidaksetujuan. "Kadang seorang teman tak bisa 100 persen setuju dengan pendapat kita," terang dia.

Namun, dia tak sepakat jika Trump menyebut Saudi tak akan bertahan lama jika tak mendapat bantuan dari Negeri "Paman Sam".

Dikutip Russian Today, pangeran yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri itu mengatakan Kerajaan Arab Saudi berdiri lebih lama dari AS.

"Dibutuhkan waktu hingga 2000 tahun sebelum kami mendapat bahaya besar. Jadi, kami tak bakal membayar apapun untuk keamanan kami," tegas dia.

Selain itu, dia menyoroti segala perubahan yang terjadi di AS bakal mendapat konsekuensi besar. Dia menyebut Perang Sipil yang terjadi 1861-1865.

"Di AS, upaya untuk menghapus perbudakan malah menimbulkan perang saudara yang membagi negara itu selama beberapa tahun," papar dia.

Halaman
12
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved