ZINC Incar Penjualan Rp 1,3 T Tahun 2019
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menargetkan penjualan Rp 1,3 triliun tahun depan. Target tersebut mengacu pada peningkatan Izin
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Bank OCBC NISP mengatakan, per Juli 2018 jumlah kredit yang belum ditarik sekitar 25%. Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja jumlah tersebut menurun dibanding Juni 2018. "Dibandingkan Juni atau Lebaran menurun tapi relatif stabil," ujarnya.
Sama seperti Taswin, Parwati beranggapan nasabah belum menarik kredit karena pembiayaan mayoritas bersifat bertahap. Dan jangan lupa, sejak Mei sampai Agustus 2018, Bank Indonesia menaikkan suku bunga 125 basis poin.
Direktur Utama Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi menilai naiknya kredit belum ditarik oleh nasabah karenakan pebisnis masih wait and see. Atau belum memerlukan pinjaman bank.
Pasar Volatil, Bank Sulit Mengejar Untung dari Pendapatan Non Bunga
Industri perbankan sedang gencar mencari peuntungan dari pendapatan non bunga atau fee based income. Langkah tersebut setelah tren kenaikan bunga sedang menghantui perbankan. Namun ternyata mencari pundi-pundi dari fee based income tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Simak saja dari pengakuan Direktur Bank Permata Lea Setianti Kusumawijaya yang menyatakan, pendapatan non bunga berasal dari bisnis ritel dan komersial. Pada bisnis ritel berasal dari transaksi wealth management.
Namun, "Wealth management juga penuh tantangan karena market sekarang agak volatil. Baik pasar ekuitas maupun pasar surat berharga banyak sekali tantangannya. Jadi, nasabah cenderung banyak tidak melakukan transaksi secara agresif," ujar Lea, pada Rabu (25/9).
Namun Lea berharap, pendapatan non bunga berasal dari bisnis UKM dan komersial yang ditopang oleh transaksi produk seperti letter of credit (LC) dan bilyet giro. Bank Permata juga mengharapkan pendapatan non bunga dari transaksi financing dan valuta asing.
Asal tahu saja, hingga Juli 2018, pendapatan operasional non bunga Bank Permata sebesar Rp 1,49 triliun. Nilai ini menurun 31,65% yoy dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,18 triliun.
Sementara Bank OCBC NISP mengalami penurunan dari biaya komisi di bisnis tresuri bank. Hal ini imbal hasil dari gejolak bunga dan kurs rupiah terhadap dollar AS.
"Fee based income ditopang oleh trade finance dan reksa dana. Sedangkan kurang baik pertumbuhannya adalah treasury income terkait gejolak bunga dan kurs yag terjadi akhir-akhir ini," ujar Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja
Ia mengaku, fee based income OCBC NISP memang cenderung menurun. Meski demikian, pendapatan non bunga ini mampu memberikan kontribusi sebesar 17% dari pendapatan OCBC NISP.
Sementara laba bersih yang didapatkan OCBC NISP pada Juli 2018 sebesar Rp 1,61 triliun. Nilai ini tumbuh dari posisi yang sama tahun lalu sekitar Rp 1,3 triliun. (Maizal Walfajri/Marshall Sautlan/Ridwan Mulyana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20171102_230239.jpg)