Panduan Berolahraga yang Aman untuk Orang Hipertensi
Olahraga ringan yang terus dilakukan teratur dapat menurunkan tekanan darah, sehingga pada akhirnya mencegah penyakit jantung.
Maka setiap kali akan berolahraga di luar rumah, pastikan membawa kartu medis yang menerangkan detail kondisi kesehatanmu atau beri tahukan personal trainer dan teman nge-gym bahwa kamu punya hipertensi.
Cara ini dapat membantu berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, misalnya pingsan saat berolahraga.
6. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat atau melelahkan
Hindari melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat dalam waktu singkat, misalnya lari sprint atau angkat beban yang terlalu berat.
Jenis olahraga untuk hipertensi lainnya yang tidak dianjurkan adalah squash, skydiving, dan scuba diving (menyelam di laut dalam).
Aktivitas fisik yang terlalu intens dapat membuat tekanan darah melonjak drastis dalam waktu cepat, dan memaksa jantung serta pembuluh darah untuk bekerja lebih keras.
7. Jangan bayar “utang” olahraga sekaligus
Jika kelewatan satu sesi olahraga karena sibuk atau ada halangan tertentu, jangan sekaligus bayarkan waktu yang terlewat di sesi berikutnya.
Misalnya dengan menambahkan waktu olahraga di akhir pekan langsung jadi 60 menit berturut-turut karena tidak sempat olahraga 30 menit di hari kerja.
Sebaiknya, cicil utang olahraga sedikit demi sedikit dengan membaginya jadi 10 menit pada 3 hari berikutnya.
Cara menyicil seperti ini akan lebih baik ketimbang menumpuknya sekaligus di satu kesempatan.
Pasalnya, tumpukan aktivitas fisik yang dilakukan tiba-tiba bisa berisiko bagi kesehatan tubuh.
Hal ini juga dapat menempatkan kita pada risiko cedera olahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olahraga_20180704_152222.jpg)