Panduan Berolahraga yang Aman untuk Orang Hipertensi
Olahraga ringan yang terus dilakukan teratur dapat menurunkan tekanan darah, sehingga pada akhirnya mencegah penyakit jantung.
Sementara itu, pilihan olahraga ketahanan dinamis termasuk angkat beban dan latihan menggunakan resistance bands, juga latihan yang menggunakan beban tubuh sendiri seperti squat, push-up, plank, dan pull-up.
2. Mulai perlahan
Apa pun jenis olahraga yang kamu pilih, mulailah pelan-pelan sampai tubuh beradaptasi dengan rutinitas baru itu.
Jika kamu berencana untuk bergabung dengan kelas privat di gym atau sasana olahraga lainnya, mulailah dari tingkat pemula.
Kemudian kamu bisa tingkatkan intensitas dan perlama waktu olahraganya sedikit demi sedikit seiring waktu.
Selalu ingat untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya untuk mencegah cedera.
3. Pantau kemajuan
Pantau kemajuan olahraga yang kamu lakukan, dan jangan lupa juga untuk terus rutin cek tekanan darah dengan tensimeter di rumah.
Dengan begitu kamu jadi bisa tahu apakah rutinitas olahraga itu benar-benar efektif untuk mengendalikan hipertensi atau tidak.
Cek tekanan darah Anda setiap 1 jam sebelum mulai olahraga dan 1 jam setelahnya.
4. Jangan memaksakan diri
Segera berhenti olahraga ketika merasakan nyeri dada atau sensasi dada seperti mengencang teremas, kepala pusing, kelelahan berat, atau sesak napas parah. Segera cari bantuan medis jika perlu.
Pastikan konsultasi dulu dengan dokter yang memahami kondisimu sebelum mulai olahraga apa pun, terutama jika kondisi tubuh memang tidak fit atau anda tidak pernah/jarang berolahraga sebelumnya.
5. Beri tahu orang terdekat tentang kondisimu
Hipertensi adalah kondisi yang tidak dapat diprediksi. Bahkan olahraga ringan sekali pun dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olahraga_20180704_152222.jpg)