Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Darmi Bersaudara Siap IPO November

Minat korporasi mencari pendanaan dari bursa efek rupanya masih besar. PT Darmi Bersaudara termasuk salah satu perusahaan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Minat korporasi mencari pendanaan dari bursa efek rupanya masih besar. PT Darmi Bersaudara termasuk salah satu perusahaan yang berniat mencari dana dari bursa efek. Perusahaan ini berniat menggelar penawaran saham perdana atawa initial public offering (IPO).

Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu olahan dengan merek Darbe Wood ini berencana bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan November 2018 mendatang. Perusahaan ini melakukan IPO dengan tujuan mendapatkan dana segar untuk meningkatkan kinerja.

Direktur Independen Darmi Bersaudara Lie Kurniawan mengatakan, pihaknya melihat ada potensi yang luar biasa bagi perusahaan untuk lebih besar di masa mendatang. Dus, manajemen memutuskan membawa perusahaan ke level yang lebih baik lagi dan berkesimpulan menggunakan cara go public.

Dengan IPO, Darmi berharap bisa lebih mudah mendapat akses terkait pendanaan dan perizinan usaha. "Selain itu kami menjadi lebih dipercaya oleh buyer, pada akhirnya ini bagus juga untuk citra perusahaan" kata Lie saat ditemui di BEI, Jumat (21/9).
Darmi Bersaudara berencana melepas sebanyak 22,58% saham dari seluruh modal disetor dan ditempatkan. Melalui IPO, perusahaan ini berharap mampu mendapat dana segar sebesar Rp 22 miliar.

Nantinya, sekitar 80% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja. Sementara sisanya akan digunakan untuk membeli aset produktif dan untuk pembangunan pabrik. Perusahaan ini memiliki pabrik yang berada di Gresik, Jawa Timur.
Darmi Bersaudara termasuk perusahaan yang berorientasi ekspor. Mayoritas hasil produksi perusahaan ini, sekitar 90% dari total produksi, diekspor ke luar negeri dengan pasar utama India. "Kami memperdagangkan kayu. Yang diekspor adalah produk kayu setengah jadi, dengan pasar utama Asia Selatan, terutama India dan Nepal," ujar Lie.

Permintaan di India, menurut Lie, sangat besar. Ia menjelaskan, saat ini dengan kisaran kontainer, Darmi Bersaudara mampu mengekspor sekitar 40 kontainer per bulan ke India. Usai menggelar IPO, perusahaan ini berharap kapasitas produksi bisa semakin besar lagi, sehingga ekspor bisa meningkat signifikan, sekitar dua kali lipat.

Sebagai penjamin emisi, perusahaan ini menunjuk PT Artha Sekuritas. Chief Operating Officer Artha Sekuritas, Suparno Sulina mengatakan, saat ini untuk valuasi sahamnya masih dinegosiasikan. "Valuasi masih dinegosiasikan dengan kisaran di bawah Rp 200, dengan PER 11 kali," ujar Suparno.

Pantuan pergerakan saham di BEI
Pantuan pergerakan saham di BEI (kontan)

Natura City Patok Harga IPO Rp 120 per Saham

Perhelatan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dari PT Natura City Developments telah memasuki tahap pembentukan harga. Mengutip informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Natura City menetapkan harga pelaksanaan IPO sebesar Rp 120 per saham. Sebelumnya, perusahaan ini menawarkan saham dengan rentang harga Rp 110-Rp 140 per saham.

Natura akan menerbitkan 2,6 miliar saham ke publik. Jadi, perusahaan ini akan meraup dana segar Rp 312 miliar. Masa penawaran umum dilakukan mulai 21 September 2018 hingga 24 September 2018. Sedang tanggal penjatahan dilakukan pada 26 September 2018. Pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 27 September 2018.

Bersamaan dengan penerbitan saham baru, Natura juga merilis 975 juta waran, atau setara 34,82% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga pelaksanaan waran Rp 150 per waran. Artinya, Natura juga bakal meraup
Rp 146,25 miliar dari penerbitan instrumen pemanis IPO tersebut. Masa konversi waran dilakukan mulai 28 Maret 2019 hingga 27 September 2021.

ARNA Optimistis Penjualan Bisa Tumbuh Hingga 15%

PT Arwana Citramulia Tbk semakin fokus mendongkrak kinerja tahun ini. Berbekal penjualan ritel yang berkembang, produsen keramik itu meneruskan penetrasi pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

Edy Suyanto, Direktur Arwana Citramulia, mengatakan, penjualan perusahaannya sampai saat ini masih on the track. Namun, dia belum bisa membeberkan secara lebi perinci. "Pokoknya, sesuai target perusahaan dan diharapkan tahun ini bisa bertumbuh antara 10% hingga 15%," ungkapnya kepada KONTAN, Jumat (21/9).

Untuk penjualan segmen proyek, memang masih lesu. Karena itu, Edy bilang, perusahaannya tetap fokus pada segmen ritel yakni pengguna akhir (end user). "Secara tren, memasuki kuartal tiga dan empat, pada umumnya permintaan keramik meningkat," ungkap dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved