Buana Lintas Siap Berlayar Lebih Laju
Lepas dari daftar hitam pengadaan barang dan jasa PT Pertamina, PT Buana Lintas Lautan Tbk siap berlayar cepat.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Mengelola biaya
Di tengah kondisi pelemahan rupiah terhadap dollar AS, analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai, prospek saham UNVR masih baik. Sebab, meski ada sejumlah bahan baku yang harus diimpor, namun UNVR mengimbanginya dengan penjualan ekspor, meski komposisinya masih kecil. "Komposisi ekspor terhadap total penjualan dan komposisi impor terhadap bahan baku relatif kecil, sekitar 5% pada semester I 2018," kata Valdy, Jumat (21/9).
Ia menambahkan, dampak negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap UNVR terlihat di sisi pembiayaan. Biaya keuangan naik 37,82% year on year (yoy) menjadi Rp 79,07 miliar pada semester I 2018.
Untuk menghadapi tantangan ini, Valdy menilai UNVR perlu memperbaiki proses penagihan piutang usaha, sehingga nantinya dapat mengurangi rasio periode penagihan alias day sales outstanding (DSO). Dengan demikian, pendanaan jangka pendek dapat ditekan.
Dari sisi kinerja, UNVR memang mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih pada semester satu lalu. Namun, jika dilihat dari rasio profitabilitas, UNVR merupakan emiten barang konsumer yang paling profitable di antara emiten barang konsumer lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal tersebut bisa dilihat dari return on equity (ROE) dan return on asset (ROA). Sebagai informasi, per Juni 2018, ROA UNVR tercatat sebesar 34,39%, sedangkan ROE tercatat sebesar 140,86%. Untuk itu, Valdy merekomendasikan buy saham UNVR dengan target harga Rp 50.000 per saham sampai akhir tahun.
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji mengatakan, dilihat dari pergerakannya, saham UNVR cenderung menurun hingga Agustus 2018 lalu. Hal ini tidak terlepas dari pencapaian UNVR sepanjang semester I 2018.Pada periode tersebut, laba UNVR mengalami penurunan 2,59% menjadi Rp 3,52 triliun, dari Rp 3,62 triliun di periode yang sama tahun 2017.
Meski demikian, secara teknikal, Nafan melihat pergerakan saham UNVR selama Agustus-September berusaha menjauhi area downtrend. Sehingga, ia merekomendasikan buy saham UNVR dengan target harga Rp 50.000-Rp 51.000 per saham. ?
Hindari Beban, JLB Terbitkan Obligasi
PT Jakarta Lingkar Barasatu (JLB) resmi mencatatkan obligasi I senilai Rp 1,3 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pelunasan kredit sindikasi bank dan kredit modal kerja.
JLB memutuskan mengubah portofolio utang dalam bentuk kredit sindikasi Rp 1,19 triliun menjadi obligasi senilai Rp 1,3 triliun. Direktur Utama JLB Fatchur Rochman mengatakan, penerbitan obligasi ini merupakan langkah perusahaan mendapat pendanaan selain utang bank.
Selain itu, penerbitan obligasi juga merupakan langkah antisipasi perusahaan menghadapi tren suku bunga yang menanjak. "Sekitar Rp 1,19 triliun untuk melunasi kredit sindikasi Bank Panin, Bank Mandiri dan Bank DKI. Sisanya disimpan sebagai modal kerja," ujar Fatchur saat ditemui di BEI, Jumat (21/9).
Penerbitan obligasi, menurut Andy Bratamihardja, Direktur Mandiri Sekuritas, tergolong hal yang wajar saat ini. Sebab, lewat obligasi, cost of fund akan lebih efisien.
Obligasi I JLB yang diterbitkan ini dibagi dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan seri B dengan tenor 5 tahun. Untuk kupon yang ditawarkan terbagi dua. Untuk obligasi Seri A senilai Rp 875 miliar tenor 3 tahun kupon ditetapkan sebesar 9,75%. Sementara, untuk obligasi Seri B dengan pokok Rp 425 miliar tenor 5 tahun, kupon ditetapkan sebesar 10,65%.
Bunga obligasi I JLB pertama akan dibayarkan pada 20 Desember 2018. Sedang bunga obligasi I JLB terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi I JLN akan dibayarkan pada 20 September 2021 untuk seri A dan 20 September 2023 Seri B. Obligasi Tahap I ini mendapat peringkat A+ dari Pefindo.
Sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, perusahaan ini menunjuk Mandiri Sekuritas dan BCA Sekuritas. Sementara, wali amanat diserahkan kepada Bank Rakyat Indonesia.
Pasca penerbitan surat utang ini, perusahaan yang bergerak di bisnis pembangunan dan pengelolaan jalan tol ini membidik laba bersih tahun 2018 mampu menembus Rp 170 miliar.
Direktur JLB Anton Sujarwo mengatakan, perusahaan ini akan menggenjot pendapatan hingga mencapai Rp 490 miliar tahun ini, guna mendorong laba. "Saat ini kami baru memiliki satu ruas jalan tol, yakni jalan tol JORR W1 Kebon Jeruk-Penjaringan sepanjang 10 km," ujar Anton, Jumat (21/9).
Adanya konversi gardu tol dari manual ke elektronik, menurut Anton turut menghemat biaya sekitar 10% hingga 20%. Selain itu, pendapatan akan bertambah karena dari sisi lalu lintas, konversi ini akan meningkatkan kelancaran.
Selain itu, JLB juga berharap kinerja perseroan ini bisa meningkat seiring kenaikan tarif tol. Sekadar mengingatkan, tarif tol memang naik dua tahun sekali. "Harapannya sudah bisa terwujud sebelum akhir tahun ini," ujar Anton.
Kurs Rupiah Merosot, Harga Emas Antam Justru Melesat
Harga emas batangan produksi Aneka Tambang kembali bergerak naik. Mengutip situs Logam Mulia, Jumat (21/9), harga jual emas Antam dipatok Rp 663.000 per gram. Dihitung sejak awal September, harga sudah naik Rp 16.000 per gram.
Analis Global Kapital Investama Alwy Assegaf mengatakan, kenaikan harga emas Antam didukung oleh sentimen fundamental yang positif. Di antaranya, harga emas dunia yang mulai pulih di beberapa hari terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20180116_232758.jpg)