Breaking News:

Aldi Andalkan Alkitab Bertahan di Laut: Lebih Sebulan Hanyut ke Guam

Dua nelayan Sulawesi Utara terdampar di Miangas hingga ke Guam. Aldi Novel Adilang (18), warga Desa Lansa, Kecamatan Wori,

Tribun manado / Andreas Ruaw
Aldi Adilang bersama keluarganya di Wori, Minahasa Utara 

Olehnya, melihat kondisi cuaca yang tidak terlalu baik, untuk melaut, meminta lebih waspada.

"Untuk itu kami menghimbau kepada warga lebih berhati hati saat melaut mengingat kondisi cuaca saat ini diwilayah perbatasan masih mengalami cuaca buruk," kucinya.

Menurut korban, awalnya ia melaut sejak hari Rabu 12 September 2018, namun karena kondisi mesin perahu mengalami kerusakan ditambah dengan cuaca yang saat itu tidak bersahabat akibat angin kencang, sehingga perahunya terbawa arus hingga ke perbatasan Miangas.

"Perahu dihantam oleh badai dan gelombang dan hanyut sampai ke wilayah perbatasan Miangas," kata dia.

Kapolsek Miangas Iptu Hibor Tandea menyampaikan bahwa saat ini kondisi nelayan asal Desa Dampulis yang terdampar dalam kondisi sehat.

Pihak kepolisian langsung membantu menolong dan mengamankan korban. "Kami mengimbau kepada warga untuk berhati hati saat melaut mengingat kondisi cuaca saat ini di wilayah perbatasan masih kurang bersahabat," tegas Hibor.

Nelayan Butuh HT dan GPS

Ketua Himpunan Nelayan Kecil Indonesia (HIPKIN), Jefri Sagune, meminta agar pemerintah bisa menyediakan handy talky (HT) bagi nelayan kecil di Sulut.

Hal itu dikatakan Jefry ketika dihubungi tribunmanado.co.id, Minggu (16/9/2018). "Nelayan kecil sangat membutuhkan HT, karena saat mereka terombang ambing di lautan tidak ada akses untuk menghubungi instansi terkait," ujarnya.

Ia juga meminta agar setiap kapal dipasangi global positioning system (GPS). "Supaya saat mereka hilang, akan lebih mudah melacaknya," ucap dia.

Halaman
1234
Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved