Sabtu, 13 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terus Dikerjai CIA, Semangat Revolusi Fidel Castro Terus Membara

Tulisan pemimpin tertinggi Kuba yang sejak umur 19 tahun sudah ikut "revolusi" ini sebagai jawaban atas deklarasi Uni Pemuda Komunis Kuba

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
AP Photo/BBC
Pemimpin Kuba Fidel Castro menerima Presiden Indonesia Ir Sukarno di ibu kota Havana. 

Tahun 1960, AS melancarkan serangan balasan. Embargo impor gula Kuba, menghentikan pengiriman minyak, juga meneruskan embargo pengiriman senjata api. Bahkan AS melatih kaum pelarian Kuba menjadi milisi khusus dan disiapkan untuk menyerang dan menyusup ke Kuba.

Pokoknya embargo segala macam bentuk perdagangan, kecuali misi kemanusiaan kiriman makanan dan obat-obatan. AS - Kuba pun putus hubungan diplomatik.

Akibatnya, sejak Februari 1960, Kuba melirik ke Uni Soviet untuk beli minyak dan senjata api. Kemesraan Kuba - Soviet ini bahkan menghasilkan kiriman bantuan ekonomi dan militer dari Krushchev.

Juga banyak pakar pertahanan Soviet ikut mengatur Komite Pertahanan Revolusi. Sementara AS berusaha terus menggulingkan Castro, termasuk memakai tentara Kuba dalam pengasingan di Florida.

Pada 15 April 1961, sehari setelah Castro menyatakan dirinya sosialis dengan revolusinya, tentara dalam pengasingan itu mengebom empat lapangan udara Kuba, dilanjutkan dengan serangan ke Teluk Babi.

lnvasi Teluk Babi gagal. Castro makin kuat dan kian berani. Dia serta-merta menyatakan Kuba "Negeri Sosialis" pada 1 Mei 1961. Bahkan pada 2 Desember 1961, Fidel menyebut dirinya "Marxis-Leninis" dan menerima komunisme.

Lalu muncul kehebohan soal peluru kendali. AS kaget karena Uni Soviet memasang rudal yang moncongnya diarahkan ke daratan AS, sebagai alat penangkal serangan AS ke Kuba. Tahun 1963, Presiden John F. Kennedy mengeluarkan travel warning alias melarang orang AS melancong ke Kuba.

Hubungan intim Castro - Krushchev itu bikin Che Guevara yang pro-Cina rada tersinggung. Ernesto Guevara minta mundur  sebagai menteri dan komandan tentara Kuba. Tahun 1966 Che pergi perang ke Kongo, lalu raeneruskan "revolusi kerasnya" ke Bolivia.

Che Guevara yang terkenal dengan logo potretnya pada kaus oblong anak muda zaman reformasi di Indonesia, kabarnya tidak beruntung di medan perang. Jagoan taktik perang gerilya ini tewas tertembak pada Oktober 1967, bukan di Kuba atau di Argentina, tapi di Bolivia.

"Makan teman" sendiri

Bertahun-tahun kemudian, Fidel makin kokoh memimpin negeri gudang atlet voli, basket, atletik, dan tinju itu. Partai Komunis Kuba menjadi partai tunggal.

Kuba yang kaya emas, perak, batu permata, dan hasil bumi, juga mantan koloni Spanyol sejak 1511 - 1902 dan berada di bawah pengaruh AS sebelum zaman Castro, lalu memekar dari 4 menjadi 14 provinsi. di luar "Provinsi" Guantanamo di ujung timur, yang dikontrak AS sebagai penjara musuhnya AS.

Rakyat Kuba sebagian senang, sebagian lagi tidak suka dengan negara dan pemimpinnya. Penangkapan, penyiksaan. Pemenjaraan dan "penghilangan" serta aksi kejam lainnya terhadap kaum kontra-revolusi, fasis atau agen CIA, menjadi sorotan kaum pembela hak asasi.

Konon, selama 1957 - 1987 saja, rezim Castro telah menghukum mati 37.000 - 141.000 orang. Kurangnya hak sipil, terberangusnya kebebasan pers, pelarangan terhadap organisasi oposisi politik, kecuali Sentral Buruh Kuba (Central de Trabajores de Cuba).

Kuba juga satu-satunya negara yang tidak mengizinkan Komisi Palang Merah Internasional memasuki penjara-penjara di negerinya.

Fidel sendiri perlahan-lahan luntur sikap atheisnya. Tahun 1992 Castro setuju menghilangkan batasan agama dan negara. El Comandante ini pun mengizinkan umat Katolik masuk partai komunis.

Tahun 1998, Fidel Castro dengan setelan jas biru gelap yang bukan seragam tentara duduk nampang berdampingan dengan Sri Paus Yohanes Paulus 11 di muka umum, saat menjadi tuan rumah di Havana.

Bahkan ketika Sri Paus wafat pada 2005, Castro pun menghadiri misa di katedral untuk  menyatakan bela sungkawanya. Konon Castro diketahui terakhir kali masuk katedral Havana pada 1959.

Meski Uni Soviet tahun 1991 sudah berantakan, Castro tetap tegar dan memimpin Kuba dengan segala gayanya. Ratusan ribu rakyatnya lari ke Amerika Serikat, malah puluhan ribu lainnya begitu nekat menjadi balseros alias pelarian dengan mengapungkan dirinya pakai ban dalam truk atau traktor.

Puluhan ribu warga Kuba "mengapung' ke Florida, pakai apungan ban karet dengan bat pingpong sebagai dayung,  serta olesan minyak bekas sebagai antiserangan ikan hiu. Sebagian balseros tiba sebagai pelarian, sisanya tewas tertelan laut dalam atau terkoyak tewas digeragot ikan hiu.

Fidel Castro selama hidupnya tidak lepas dari segala analisis dan tafsir. Dia katanya amat setia kawan, namun dikenal sebagai "terminator" alias selalu membersihkan pesaingnya, agar hanya dialah yang ngetop terus.

Selain mengirim rekan seperjuangannya ke kancah revolusi di luar Kuba, Castro juga terbukti telah menembak mati perwira militer rekan revolusinya.

Belakangan Fidel Castro disebut-sebut oleh Majalah Forbes tahun 2005 sebagai negarawan terkaya dengan duit sampai AS $ 900 juta. Namun, ayah dari Fidelito, Alex, Alexis, Antonio, Alejandro, dan Alina ini dengan sangar bilang, "Jangan omong, buktikan kalau aku punya  tabungan di luar negeri, meski satu dolar pun aku akan mundur dari jabatanku!"

Tanggal 13 Agustus ini Fidel berumur 81 tahun. Foto "bapak negara" Kuba itu pun beredar di publikasi dunia. Raul Castro masih memimpin resmi Republik Kuba, tentu sambil diawasi abangnya.

Fidel Castro masih hidup. Dia belum mati. Sekali waktu Fidel Alejandro Castro Ruz akan mati, meski revolusinya belum mati-mati.

Sumber: Grid.ID
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved