6 Hal yang Tidak Seharusnya Dilakukan Oleh Kekasihmu
Kekerasan dalam pacaran bisa muncul kapan pun tidak peduli seberapa lama kamu berpacaran, entah masih seumur jagung atau suda lama.
Mirisnya, kondisi seperti ini lambat laun berisiko untuk membuat korbannya mengalami depresi, tidak memiliki harga diri, hingga berujung pada keinginan untuk bunuh diri.
Catia Harrington, PsyD, seorang psikolog klinis di New York, menuturkan bahwa hubungan yang sehat seharusnya menuntun kita untuk melakukan hal-hal positif; serta membuat kita merasa percaya diri, dihargai, dan dicintai – bukan sebaliknya.

3. Melampiaskan emosi pada lingkungan sekitar
Menurut Kathryn Moore, PhD, seorang psikolog di Providence Saint John’s Child and Family Development Center di California, kekerasan dalam pacaran tidak melulu berupa fisik atau emosional yang menyerang kamu secara langsung.
Saat pasangan berperilaku kasar dengan melempar benda keras, meninju tembok, maupun menghancurkan benda di sekitar, jangan lagi anggap itu hanya pertengkaran biasa.
Baca: Tak Hanya Sekedar Sayur, Ini Manfaat Kentang Bisa Meningkatkan Kognitif Si Kecil
4. Sikap posesif berlebihan
Saling percaya satu sama lain adalah akar dari hubungan yang sehat.
Tapi bila pasangan justru terlihat sulit untuk percaya, bahkan terkesan selalu mengawasi gerak-gerikmu hingga mulai mengusik hal-hal pribadi, sebaiknya, mulai ambil langkah mundur dan pikirkan kembali hubungan dengannya.
Jangan lantas berpikir bahwa yang ia lakukan ini semata-mata karena rasa sayang dan cintanya, sehingga ia harus mengawasi kamu 24 jam tanpa pernah membiarkanmu menikmati waktu “sendiri”.
Ada masanya kalian berdua bisa menghabiskan waktu bersama, tapi ada juga masa dimana kamu bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Baca: Video Pertarungan Ridel Putra Minahasa di Cabor eSports dan Raih Medali Emas, China Dibantai 3-0
5. Menjauhkan dari teman dan keluarga
Kelanjutan dari sikap posesif, nantinya tanpa sadar akan membuat kamu jauh dari orang-orang terdekat. Seolah-olah semua waktu yang kamu miliki harus dihabiskan bersama pasangan, mulai pagi sampai malam.
Lalu, kapan kamu bisa memberikan waktu untuk sekadar mendengarkan cerita sahabat, menemani orangtua di rumah, atau membantu persiapan pernikahan saudara yang sudah tinggal hitungan hari?
Sebab pada dasarnya, yang bisa mengendalikan diri, waktu, hingga kegiatanmu, tentu kamu sendiri. Jangan biarkan pasangan, terlebih masih dalam taraf pacaran, bisa mengatur sesuka hatinya.
Ingat, pasangan yang baik seharusnya tidak akan melarang kamu untuk melakukan hal lain selama masih dalam lingkup yang positif.