Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Srikandi Caleg DPR RI Pendulang Suara: Lelaki Kuasai 81 Persen Pencalonan

Aroma patriarki tercium pada kontestasi DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara. Jumlah calon legislatif perempuan melampui

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado/infografis:norman
Srikandi caleg DPR RI Dapil Sulut 

Partai Berkarya kehilangan seluruh calegnya di DPR RI Dapil Sulut. Harusnya ada enam caleg diajukan, tapi tak satu pun nama yang keluar saat pengumuman DCS.

Adapun caleg yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, yakni Paulus Pangau, Melky Tumbelaka, Mud Maena, Stefhanus G Dahua, Naima Bahmin dan Vemmy Malingkas.

Pangau juga merasa dirugikan karena masuk daftar caleg DPR RI Partai Berkarya. “Persoalannya karena ada caleg perempuan ada yang tidak memenuhi syarat berkas sehingga mempengaruhi syarat 30 persen perempuan yang wajib dipenuhi,” kata dia, Selasa (14/8/2018).

Kata Paulus, sebenarnya di data caleg Berkarya ada tiga perempuan melampaui syarat 30 persen. Ternyata dua caleg di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Lagi dimediasi di pusat,” ujar dia.

Ferry Daud Liando
Ferry Daud Liando (FACEBOOK)

Sekadar Penuhi Syarat Normatif

Menurut Ferry Liando, pengamat politik dari Unsrat, sudah ada syarat 30 persen perempuan di daftar caleg .
Apresiasi bagi parpol yang memenuhi keterwakilan 30 persen perempuan. Namun yang dimaksud keterwakilan 30 persen itu bukan perempuan semata-mata pada jenis kelamin, tetapi perempuan yang dianggap mampu memperjuangkan kepentingan perempuan di parlemen.

Dari penempatan caleg perempuan, masih terkesan hanya sekadar untuk memenuhi syarat normatif, yaitu setiap daftar caleg wajib keterwakilan perempuan.

Penempatan wakil perempuan belum bermotif bahwa parpol berpihak pada kepentingan perempuan. Banyak sumber calon wakil rakyat dari unsur perempuan, misalnya para aktivis-aktivis perempuan yang selama ini dikenal publik diabaikan oleh parpol. Sebenarnya bukan susah mencari caleg perempuan, tapi tak diberi kesempatan. Kalaupun ada, itu syaratnya kerap dipersulit.

Harusnya para perempuan ini sudah dipersiapkan jauh sebelum pemilu. Bukan seperti sekarang, sebagian besar parpol sepertinya asal comot saja perempuannya, hanya sekadar kewajiban normatif.

Palmalia Katarina Mandagi
Palmalia Katarina Mandagi (ISTIMEWA)

Selektif Memilih

Harapan dari konstituen, bakal caleg yang mewakili Sulut ke Senayan bisa membawa aspirasi rakyat.
Menurut Palmalia Katarina Mandagi, warga tentu berharap legislatif nanti bisa kerja untuk rakyat.

“Saya minta enam anggota DPR yang nantinya akan duduk di DPR RI, harus punya peran dalam hal kebijakan pusat untuk pembangunan daerah,” ujar gadis kelahiran Kotamobagu 24 Maret 2001 saat ditemui di Lorong Maimosa, Keluarahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Selasa (14/8/2018).

Palmalia, sapaan akrab sang gadis mengatakan, masyarakat harus lebih cerdas memililih wakil rakyat.
Sering kali masyarakat lupa dan tidak tahu, pentingnya peran DPR RI. Sehingga sering memilih tidak selektif.

Kata anak tunggal dari pasangan suami-istri Riky Agustinus Mandagi dan Debby Wilhelmina Manopo, anggota DPR RI yang terpilih diharapkan ke depan bisa memperhatikan Sulut serta memperjuangkan seluruh kebutuhan seperti pembangunan infrastruktur.

Hillary Lasut
Hillary Lasut (facebook)

Felly-Hillary-Adriana Punya Pemilih Sendiri

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved