Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Srikandi Caleg DPR RI Pendulang Suara: Lelaki Kuasai 81 Persen Pencalonan

Aroma patriarki tercium pada kontestasi DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara. Jumlah calon legislatif perempuan melampui

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado/infografis:norman
Srikandi caleg DPR RI Dapil Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Aroma patriarki tercium pada kontestasi DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara. Jumlah calon legislatif perempuan melampui ambang batas aturan 30 persen, 28 orang (37,3 persen).

Namun hanya tiga caleg dari PDIP, PSI dan PKPI yang menempati nomor urut 1 (18,75 persen). Artinya ada 81,25 persen partai politik yang masih mengandalkan caleg lelaki menuju Senayan.

Partai Nasdem, Hanura, PKPI, PBB dan Garuda tercatat sebagai partai terbanyak yang mengusung caleg perempuan (50 persen). Sisanya 11 parpol hanya cukup memenuhi zipper system yang mengatur setiap tiga bakal calon terdapat sekurang-kurangnya satu orang perempuan. Ketentuan ini terdapat dalam Pasal 55 ayat (2) UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu.

Angka ini mengacuh dari penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan jumlah minimum 30 persen memungkinkan terjadinya suatu perubahan dan membawa dampak pada kualitas keputusan yang diambil pada lembaga publik seperti DPR RI.

Vivi George, aktivis LSM Swara Parampuang ikut nyaleg.Vivi maju melawat PSI ke DPR RI nomor urut 1. Wanita yang sebelumnya aktif sebagai penyelenggara pemilu, Anggota KPU Sulut ini akhirnya memilih panggung politik untuk kiprah berikutnya.
Vivi tercatat sebagai Komisioner KPU Sulut periode 2013-2018.

Vivi mengungkapkan, keinginan nyaleg muncul setelah berdiskusi dengan pengurus PSI. Ia mengusung isu antikorupsi.
“Proses awal suka gabung dengan PSI punya visi dan misi yang sama terkait antikorupsi dan intoleransi,” ujar Vivi. Setelah punya visi yang sama, Vivi kemudian memutuskan maju ke DPR RI.

Selain antikorupsi dan intoleransi, fokus kampanye Vivi nanti menyangkut masalah perempuan. Ia sudah lama berkiprah di LSM terkait masalah perempuan, sebelum menjadi komisioner KPU.

Vivi mengaku, menyukai metode PSI soal menggalang dana dari publik. Hal ini sama ketika Presiden AS Barack Obama maju di pilpres.

“Appreciate buat PSI karena berupaya melakukan pendidikan politik yang membangun kesadaran publik sudah lebih banyak mengerti dan sadar bukan lagi cara-cara money politics, masyarakat diberi sembako, uang dan lain-lain untuk dapatkan suara,” kata dia.

Kontestasi caleg ke Senayan kian ketat. Sejumlah figur cukup berpengaruh di Sulut seperti Benny Mamoto masuk menjadi caleg Nasdem.

Benny merupakan caleg nomor urut 1 ke DPR sesuai Daftar Pemilih Sementara yang dikeluarkan KPU RI. Pensiunan jenderal dua bintang Polri ini pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional. Dalam kariernya di Polri, ia berhasil mencapai jenjang kepangkatan inspektur jenderal.

Benny merupakan penantang terkuat Olly Dondokambey ketika bertarung di Pemilihan Gubernur Sulut 2015. Formasi Nasdem cukup kuat karena selain Benny, di nomor urut 2 ada putri tunggal Elly Lasut Hilary Brigita Lasut.

Di daftar caleg ada pula nama Anggota DPRD Sulut dari Nasdem, Felly Estelita Runtuwene. Caleg Nasdem lainnya Farida Handayani, Emanuel Yosafat Tular dan Kamran Mochtar.

Sekretaris DPW Nasdem Victor Mailangkay membenarkan, nama Benny dan caleg lain masuk DCS. “Nasdem siap untuk bersaing DPR RI Sulut,” kata dia kepada tribunmanado.co.id, Selasa (14/8/2018).

Enam Politisi Berkarya Tereleminasi

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved