Menu Ular di Tiglo Extreme Culiner Minahasa Bikin Wisatawan Cina Ketagihan
Kealamian bahan serta proses pembuatan yang serba tradisional menjadi kunci kelezatan.
Penulis: Finneke | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Minahasa terkenal dengan kuliner ekstrem yang tak lazim bagi kebanyakan orang.
Makanan seperti ular, tikus ekor putih, kodok, weris, dan babi hutan umumnya didapat di daerah pegunungan Minahasa.
Namun bagi Anda di daerah pantai tak perlu jauh ke gunung untuk dapat menikmati kelezatan kuliner ekstrem tersebut. Di Malalayang terdapat rumah makan khas Minahasa, namanya Tiglo.
"Patola (ular), kodok, tikus ekor putih, weris dan babi hutan adalah makanan jarang-jarang atau hanya ada saat pengucapan, tapi di Tiglo kami menyediakannya. Turis Cina pasti pilih ular di sini," ujar Rogers Kumenap, pemilik sekaligus juru masak, Sabtu (28/07/2018).
Selain daging ekstrem, ada juga sajian lainnya termasuk woku ikan laut yang semuanya menggunakan resep asli Minahasa.
Saat ditanya apa yang membuat sajian Tiglo berbeda, Rogers memastikan kealamian bahan serta proses pembuatan yang serba tradisional menjadi kunci kelezatan.
"Harus tumbuk, tak bisa blender. Walaupun lebih cepat tapi rasanya berbeda. Kami para tukang masak tahu sekali beda masakan yang bumbu-bumbunya ditumbuk atau diblender," ujarnya.
Kelezatan asli citarasa Minahasa yang dirangkaikan dengan tren terbaru di dunia kuliner membuat Tiglo merilis produk lain yaitu Tiglo Party untuk pemesanan tiga panstove seharga Rp 1 juta.
Selain itu ada Tiglo's Gift, yaitu selipan catatan sayang bagi orang terkasih di lunch box kemasan bento dan Tiglo Frozen untuk jangkauan kirim seluruh Indonesia.
Walau baru lima minggu beroperasi, Rumah Makan Tiglo telah menerima pesanan dari luar daerah.
Karena itulah Tiglo mengeluarkan produk Tiglo frozen yang bisa dikirim ke seluruh Indonesia.
"Tepat dua minggu buka kami sudah mengirimkan Tiglo frozen ke Surabaya saat ini Tiglo frozen sudah sampai di Jakarta, Madiun, Ponorogo, dan Balikpapan," ujarnya.
Lantas apakah Tiglo frozen tidak busuk sampai di tujuan dan bagaimana tanggapan para pemesan tentang citarasa Minahasa?
"Indikator kepuasan pelanggan kami adalah repeat order dan Puji Tuhan hampir semua pemesan Tiglo Frozen kembali memesan bahkan jumlah lebih banyak dari porsi menjadi panstove," ungkap Rogers yang mengambil nama Tiglo yang berarti Tiga Lo yang adalah nama depan ketiga anak mereka.
Rogers mengaku bangga karena citarasa Minahasa racikannya diapresiasi tak hanya oleh orang Minahasa tapi juga dari beragam suku dan etnis.
"Tak cuma orang Minahasa di perantauan yang memesan Tiglo frozen tapi banyak juga orang Jawa, Sumatera juga orang Cina yang suka dengan citarasa Minahasa ini," tuturnya.
Bagi Anda yang penasaran dengan citarasa Minahasa asli berupa kuliner ekstrem Tiglo langsung saja ke Malalayang tak jauh dari Lapangan Bantik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tiglo-manado_20180804_232448.jpg)