Prodia Memperluas Jaringan Pelayanan
PT Prodia Widyahusada Tbk terus melebarkan sayap bisnisnya. Pengelola laboratorium klinik ini memperluas penetrasi
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kapasitas tangki 70.000 KL ini meliputi gasoil sebesar 2x15.000 KL, gasoline 88 sebesar 2x15.000 KL, gasoline 92 sebesar 1x5.000 KL, dan fame dengan kapasitas 1x5.000 KL.
Dengan kapasitas saat ini 20.000 KL, Terminal BBM Maumere mampu menyediakan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hingga empat hari. "Nanti dengan kapasitas 90.000 KL, TBBM Maumere mampu bertahan selama delapan hari sampai 10 hari," kata Gandhi.
Sebelumnya, Terminal BBM Maumere yang berkapasitas 20.000 KL digunakan untuk menyalurkan BBM ke Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Proyek pengembangan Terminal BBM Maumere berperan sebagai point supply utama di NTT.
"Wilayah seperti Bima, Waingapu, Reo, Kalabahi, Atapupu, Larantuka hingga Kupang akan menerima BBM dari Terminal BBM Maumere dan mengurangi biaya distribusi 20%," ujar Gandhi.
Ia menambahkan, pemilihan Terminal BBM Maumere sebagai point supply utama karena pertimbangan lokasi Maumere yang strategis sebagai pusat atau center of gravity wilayah NTT.
Selain itu, kondisi perairan yang dalam memungkinkan Pertamina membangun dermaga kapal tanker berukuran besar yang dapat disandari kapal dengan ukuran hingga 50.000 DWT. "Saat ini kapasitas dermaga TBBM Maumere 6.500 DWT," ujar Gandhi.
Proyek Terminal BBM Maumere dijadwalkan rampung pada 2020. Kabupaten Sikka diharapkan memiliki peran strategis di antara wilayah Provinsi NTT lainnya. Hal ini lantaran kebutuhan BBM di NTT akan disuplai dari Terminal BBM Maumere.
Gandhi juga berharap proyek pengembangan terminal BBM Maumere akan memiliki dampak positif bagi perkembangan perekonomian Kabupaten Sikka. Hal ini sejalan dengan program nasional khususnya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, Operation Head Terminal BBM Maumere, Hardjito, mengatakan selama ini Terminal BBM di NTT disuplai dari Terminal BBM Kupang. Namun ada keterbatasan sarana dan kapasitas di TBBM Kupang sehingga tak dapat dikembangkan.
Dengan sejumlah pertimbangan, TBBM Maumere diputuskan untuk dikembangkan karena beberapa alasan, termasuk wilayahnya yang strategis. "Kami ada tanah seluas 3,2 hektare, yang sudah terbangun sekarang 2,7 hektare," kata Hardjito.
Dalam sehari, kebutuhan rata-rata pasokan BBM di wilayah Maumere meliputi 300 KL solar, 150 KL premium, 10 KL pertamax, 65 KL pertalite, dan 65 KL minyak tanah. "Permintaan solar masih mendominasi lantaran ada beberapa industri," ungkap Hardjito.
(Ika Puspitasari/Ridwan Nanda Mulyana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prodia_20160904_220303.jpg)