Prodia Memperluas Jaringan Pelayanan
PT Prodia Widyahusada Tbk terus melebarkan sayap bisnisnya. Pengelola laboratorium klinik ini memperluas penetrasi
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk terus melebarkan sayap bisnisnya. Pengelola laboratorium klinik ini memperluas penetrasi pasar dengan membuka gerai baru di sejumlah daerah di Indonesia.
Hingga semester I-2018, Prodia membuka jaringan pelayanan ke wilayah Bogor, Jember, Sukabumi dan Sorong.
Legal Head & Corporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, mengatakan pihaknya akan terus memperluas jejaring pelayanannya pada semester II-2018. Targetnya, Prodia bakal membuka outlet baru di Bengkulu, Probolinggo, Jepara dan Jatiwaringin.
"Kami sedang dalam proses mengurus perizinan. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum akhir tahun ini," kata dia kepada KONTAN, Senin (30/7).
Jika tidak ada aral melintang, outlet di Bengkulu akan dibuka sekitar September-Oktober mendatang. Sebagai informasi, saat ini Prodia telah memiliki 288 outlet yang tersebar di 33 provinsi dan 121 kota di Indonesia. Sebanyak 142 unit dari 288 unit merupakan laboratorium klinik.
Nah, sebanyak 25 dari 142 unit laboratorium klinik memiliki izin klinik dengan layanan wellness (Prodia Health Care), 7 unit specialty clinic, dan 11 unit hospital lab.
Mengenai nilai investasi untuk ekspansi bisnis tersebut, Marina mengungkapkan, untuk satu cabang nilainya bisa berbeda-beda tergantung wilayahnya. Hal tersebut juga akan tergantung apakah bakal lokasi cabang tersebut diperoleh dari hasil beli atau sewa.
Untuk cabang baru di Sorong, Bogor, Jember dan Sukabumi, semuanya diperoleh melalui sewa. Adapun jenisnya, yakni klinik dan laboratorium klinik untuk outlet di Bogor, serta laboratorium klinik untuk outlet di Sorong, Jember, dan Sukabumi.
Berdasarkan catatan KONTAN, Prodia menganggarkan sekitar Rp 350 miliar untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) pada tahun ini. Saat dikonfirmasi, per 30 Juni 2018, Prodia telah menyerap belanja modal di kisaran Rp 100 miliar hingga Rp150 miliar.
Prodia menggunakan 67%-70% belanja modal untuk pengembangan jaringan outlet, sebanyak 19%-20% untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan 10%-14% untuk modal kerja.
Di semester I-2018, Prodia mencetak pendapatan bersih Rp 712,59 miliar atau tumbuh 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Emiten berkode saham PRDA di Bursa Efek Indonesia ini juga meraih laba bersih Rp 60,86 miliar, tumbuh 4% dibandingkan setahun lalu.
Terminal BBM Maumere Diperluas
PT Pertamina mengembangkan Terminal Bahan Bakar Minyak di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nilai investasi proyek terminal BBM tersebut mencapai Rp 449,5 miliar.
Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina, Gandhi Sriwidodo mengatakan, tangki baru nanti mampu menambah kapasitas 70.000 kilo liter (KL). "Sebelumnya kapasitas TBBM Maumere 20.000 KL, nanti menjadi 90.000 KL," kata dia dalam acara groundbreaking Terminal BBM Maumere, Senin (30/7).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prodia_20160904_220303.jpg)