Pedagang Kaki Lima ‘Kucing-kucingan’ dengan Petugas, Ini Komentar Kasatpol PP Manado
Pedagang kaki lima masih menjadi permasalahan Pemerintah Kota Manado. Razia rutin yang dilakukan tak membuat efek jera
Penulis: Finneke | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pedagang kaki lima masih menjadi permasalahan Pemerintah Kota Manado. Razia rutin yang dilakukan tak membuat efek jera pada PKL di pusat kota.
Tribun Manado memantau masih ada PKL yang berkeliaran di kawasan Zero Point. Mereka menjual buah-buahan, ada juga yang menjual aksesoris telepon genggam serta aksesoris untuk perempuan.
Apalagi ketika malam, PKL makin menjamur. Mereka menggunakan trotoar yang mengganggu pejalan kaki. Mereka tampak berlenggang santai, karena merasa aman, tak ada razia dari pemerintah.
Menurut, Ando Kasiadi, warga Tuminting, razia PKL memang harus ketat. Apalagi banyak PKL bandel. Jika tak ada efek jera, mereka akan tetap jualan, ketika ada kesempatan.
"Mereka akan nurut jika hanya tak ada petugas, setelah itu jualan lagi," katanya Kamis (26/7).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Xaverius Runtuwene mengakui hal itu. Pihaknya kadang kala kewalahan menangani PKL. Padahal ia mengaku rutin melakukan razia. Tapi tetap saja banyak PKL berkeliaran di pusat kota.
Ada 500 personel Satpol PP di Kota Manado. Meski tak semua di lapangan, namun ada pergantian shift yang berlaku untuk siaga.
"Setiap hari anggota di lapangan razia spot-spot tertentu di area publik, juga kawasan wisata. Setelah petugas tak ada, para PKL kembali," ujarnya.
Personel Satpol PP Manado sering mendapat perlawanan dari para PKL. Ia mengatakan petugas menyita barang PKL jika kedapatan. Penyitaan ini untuk efek jera bagi PKL.
"Yang pasti kami terus operasi dan memberikan upaya pembinaan pada para PKL," jelasnya. (fin)