PPDB Dikeluhkan Masyarakat, Sekprov Sulut Bakal Lakukan Pembenahan Sistem

Pemerintah Provinsi Sulut bakal melakukan pembenahan terhadap Sistem PPDB 2018 SMK SMA yang dikeluhkan oleh masyarakat akhir-akhir ini.

TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal melakukan pembenahan terhadap Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 SMK SMA yang dikeluhkan oleh masyarakat akhir-akhir ini.

"Kalau memang kebijakan ini dikeluhkan oleh masyarakat, nanti kita akan melakukan pembenahan terhadap sistem ini," kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Edwin Silangen saat berjumpa dengan TribunManado.co.id, Rabu (04/07/2018) malam di salah satu pusat perbelanjaan di Manado, Sulut.

"Ya pokoknya nanti kita akan lakukan evaluasi terhadap sistem ini," ucap Silangen.

Sistem pendaftaran siswa baru yang diwajibkan mendaftar lewat online dianggap tidak membantu para orangtua dan para calon siswa.

Selain prosedurnya yang ribet menurut orangtua sistem online ini juga dianggap hanya formalitas saja.

"Cuman formalitas saja ini mendaftar online. Padahal sebenarnya sama saja sistem pendaftarannya itu seperti manual," tegas orangtua siswa yang tidak mau namanya disebutkan, Selasa (03/07/2018) siang di Lapangan SMK Negeri 3 Manado.

"Coba pikir katanya ini online, tapi ternyata kita harus memasukkan berkas-berkas pendaftaran di online itu ke pihak sekolah. Ya kalau sudah tahu prosedurnya ujung-ujung harus ke sekolah, mendingan untuk pendaftaran online ditiadakan supaya tidak makan waktu untuk mengantre melakukan print out berkas yang ada si online," kesal pria berkemeja itu.

Orangtua lainnya yang namanya juga tak mau disebutkan mengungkapkan kekecewaannya soal sistem pendaftaran online yang berlaku saat ini.

"Lebih ribet mendaftar online. Seharusnya kan kalau sudah isi formulir di online harusnya sudah kelar, ini formulir yang di online itu harus di bawa lagi ke sekolah, kemudian setelah sampai di sekolah kita di suruh harus melengkapi berkas-berkas dulu, kemudian di suruh antre lagi," tambah ibu berkerudung biru tosca itu.

Tak hanya itu saja, bahkan ada orangtua lainnya yang mengklaim jika lebih mudah mengurus kawin daripada mengurus anak masuk sekolah.

Halaman
123
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved