Citizen Journalism
Menlu Jerman pun Selamati Mahasiswa Asal Indonesia
Sang Menteri Luar Negeri Jerman menyinggung mahasiswi Sastra Jerman UM, Cloudia Sekarsari, dalam sambutannya berulang-ulang.
Laporan warga, Iwa Sobara, dari Berlin, Jerman
PRESTASI membanggakan ditorehkan oleh empat mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM).
Adalah Cloudia Putri Sekarsari, Hana Anggita, Ken Laksmi Muninggar dari Jurusan Sastra Jerman, dan Rachma Meidinar Latupono dari Jurusan Sastra Indonesia.
Mereka adalah alumni dari sekolah-sekolah binaan proyek PASCH. Mereka menjuarai lomba di Jerman untuk kategori video alumni PASCH.
Kegiatan ini yang dihelat oleh Kementerian Luar Negeri Jerman dalam rangka 10 tahun proyek global mereka yang bernama PASCH.
PASCH kependekan dari Schulen Partner der Zukunft atau sekolah mitra masa depan.
Di kota Malang sendiri ada dua sekolah binaan PASCH yaitu SMAN 1 dan SMAN 5 Malang.
Empat mahasiswa tersebut diundang untuk menghadiri perayaan serta penganugerahan hadiah ke Berlin, Jerman.
Video mereka telah diunggah di laman youtube dengan link https://www.youtube.com/watch?v=6LjMtSYMtYY.
Mereka menggambarkan seorang mantan siswa PASCH yang senang dengan resep kue Jerman.
Proyek ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 2.000 sekolah di sekitar 120 negara setelah sepuluh tahun didirikan.
Lebih dari 600.000 siswa berkesempatan untuk belajar bahasa Jerman lebih mendalam di sekolah PASCH.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, secara langsung menyelamati empat mahasiswa UM tersebut di atas podium sebagai juara.
Maas menyampaikannya saat memberikan pidato sambutannya pada upacara peringatan 10 tahun PASCH di Berlin pada 6 Juni 2018.
Hadir sekitar 850 undangan dari berbagai kalangan seperti bidang politik, ekonomi, dan pendidikan.
Acara perayaan tersebut digelar di Westhafen Event and Convention Center, Berlin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/berlin_20180614_155536.jpg)