Breaking News
Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Saksi Mata Sebut Razan Najjar Sudah Lambaikan Tangan, Tapi Duaaar ia Malah Ditembak

Ibunda Razan Najjar, Sabreen al-Najjar terus menangisi putrinya yang tewas ditembak tentara Israel.

Tayang:
Editor:
New York Times
Razan Najjar 

"Itu sangat jelas dari seragam kami, rompi kami dan tas medis, siapa kami," tambahnya.

"Tidak ada pendemo lain di sekitar, hanya kami. Menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi yang terluka."

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada 20 April, Razan Najjar mengatakan bahwa dia merasa itu adalah "tugas dan tanggung jawabnya" untuk hadir di antara pendemo dan membantu yang terluka.

"Tentara Israel berniat untuk menembak sebanyak yang mereka bisa," katanya pada saat itu.

"Ini gila dan aku akan malu jika aku tidak ada di sana untuk bangsaku."

Berbicara kepada The New York Times bulan lalu, Razan Najjar menggambarkan antusiasme yang dia miliki untuk pekerjaan yang dia lakukan.

"Kami memiliki satu tujuan - untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi [orang-orang yang terluka]," katanya.

Razan Najjar
Razan Najjar (Kolase Serambi Indonesia)

"Kami melakukan ini untuk negara kami," lanjutnya, menambahkan bahwa itu adalah pekerjaan kemanusiaan.

Razan Najjar juga menolak penilaian masyarakat terhadap perempuan yang bekerja di lapangan, di mana ia sendiri akan melakukan shift 13 jam, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam.

"Perempuan sering diadili tetapi masyarakat harus menerima kita," kata Razan Najjar.

"Jika mereka tidak mau menerima kami karena pilihan, mereka akan dipaksa untuk menerima kami. Karena kami memiliki kekuatan lebih daripada siapa pun", tutup Razan Najjar.

(banjarmasinpost.co.id/restudia)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved