Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sebelum Surabaya Diteror Bom, Umar Patek Pernah Kirim Info Penting ke Densus 88, Lihat Keluarga!

Mereka adalah Puji Kuswati (43) selaku istri Dita, dan empat anak mereka yakni YF (18), FH (16), FS (12), serta FR (9).

Editor:
kolose 

"Kalau tak ada keluarga yang datang dan mengakui, ya segera dimakamkan saja," ucap pria kelahiran Surabaya ini.

Jenazah Dita Oepriarto direncanakan akan dimakamkan di TPU Tembok Gede, Bubutan, Surabaya.

Hal itu karena Dita merupakan warga asli Tembok Dukuh RT8 RW1, Gang V sebelum pindah ke rumah barunya di Wonorejo Asri Blok K/22A Surabaya.

Muncul pro kontra terkait pemakaman Dita di TPU Tembok Gede.

Ada beberapa warga yang menolak Dita dimakamkan di TPU Tembok Gede, adapula yang mengatakan hal itu tidak masalah.

Baca: MENGERIKAN! Ini yang Terjadi Pada Lambung Saat Konsumsi Mi Instan, Lihat Rekamannya!

"Kalau saya secara pribadi tidak masalah, tapi sebenarnya Dita itu punya makam keluarga di Jalan Arjuno," kata Zubairi (51), warga RW1 Tembok Dukuh, Selasa (15/5/2018).

Makam yang dimaksud adalah komplek makam Pesarean Agung Kesambongan di Jalan Arjuno, Surabaya.

Zubairi mengatakan, dia mengenal Dita sangat baik saat tinggal di Tembok Gede, bahkan tidak percaya jika Dita melakukan aksi terorisme tersebut.

"Dulu waktu tinggal di sini, Dita dan keluarganya sering ziarah ke makam keluarganya di Jalan Arjuno sana, karena mbah-mbahnya dimakamkan di sana. jadi seharusnya dia dimakamkan di sana, ikut pendahulunya," ujarnya.

Zubairi mengatakan Dita adalah orang yang baik, suka bergaul dengan warga sekitar, dan asyik diajak ngobrol saat tinggal di Tembok Dukuh.

Baca: Tergoda Petasan dan Uang Rp 15 Ribu, Gadis Cilik Ini Rela Digauli ABG, Aksi Dipergoki di Kamar Mandi

Umar Patek bongkar fakta penting

Beberapa waktu belakangan terjadi rentetan aksi teror melibatkan satu keluarga.

Diketahui, Pada hari Minggu (13/5), satu keluarga beserta empat anaknya melakukan aksi bom di 3 gereja yang berbeda yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan pelaku di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna adalah sang ayah yang bernama Dita Oepriarto.

Sang ayah sebelumnya sempat mengantarkan istri dan dua anak perempuannya ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved