Penemuan yang Mengubah Dunia: Mesiu dari China hingga Tinta Asal Sulawesi
Bulan Ramadhan akrab dengan banyak hal. Salah satunya adalah suara petasan yang banyak dimainkan.
Kegunaan tinta di China pada masa tersebut adalah untuk melukis di sutra maupun kertas.
Di antara semua bahan, tinta terbaik pada masa tersebut terbuat dari getah pinus yang berasal dari pohon berusia 50 hingga 100 tahun.
Mereka juga membuat tinta dari campuran lem, karbon, jelaga, dan pigmen hitam tulang yang dicampur menggunakan penumpuk.
Bukti tinta paling awal di China adalah tongkat tinta modern yang dibuat sekitar tahun 256 SM.
Di India
Di India, tinta dibuat sejak abad ke-4 SM. Tinta tersebut disebut dengan "masi".
Masi terbuat dari tulang yang dibakar, karbon cair, semacam lem hewan. Masi digunakan terutama untuk menggambar.
Namun, seiring berjalannya waktu, tinta di India lebih menggandalkan bijih merkuri dibanding menggunakan karbon.
Tinta berbasis karbon seperti tinta awal di India memang punya data tahan yang hebat. Ini membuat cahaya atau bahan kimia tertenti tidak menyebabkannya pudar.
Sayangnya, tinta jenis ini memerlukan kertas yang bisa menyerap. Karena jika tidak, tinta jenis ini akan mengelupas permukaannya dan menjadi serpihan.
Hal tersebut membuat tulisan atau gambar dari tinta tidak konsisten. Dengan kata lain, jenis ini kurang ideal.
Yunani dan Romawi
Tinta karbon masih digunakan pada masa kerajaan Yunani dan Romawi. Tinta pada masa tersebut dibuat menggunakan jelaga, lem, dan air.
Meski tidak merusak kertas, tinta yang digunakan pada masa Yunani dan Romawi ini tidak tahan lembap dan bisa luntur.
Setelah berabad-abad, atau sekitar 1.600 tahun lalu, resep tinta populer dibuat. Resep ini kemudian disebut "iron gall ink" karena bahan-bahan pembuatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mesiu_20180518_002321.jpg)