IMPWK Unsrat Tanam Mangrove di Bahowo
Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar aksi menanam mangrove, Sabtu (28/04/2018).
Penulis: Finneke | Editor: Alexander Pattyranie
Citizen Journalism oleh:
Oleh Lisa Lautetu
Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sam Ratulangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar aksi menanam mangrove, Sabtu (28/4/2018) sekitar pukul 09.00 Wita kemarin di wilayah pesisir Pantai Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.
Kegiatan tersebut mengusung tema Manado Darurat Kawasan Hijau Pesisir, Mari Jo Batanam.
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tunas baru ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang juga melibatkan Pemerintah Kota Manado.
Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi itu, digelar untuk melestarikan kawasan hijau di Kota Manado yang semakin tersisihkan.
Tujuan utamanya mengajak generasi muda untuk saling peduli pada lingkungan.
Maka dari itu kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk menjaga benteng hijau dan ekosistem pesisir agar tetap terjaga dan berkelanjutan.
Kami berharap kelak agar wilayah hijau tidak tergerus oleh perkembangan di sektor ekonomi, sehingga lingkungan tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu ke depannya.
Selain dihadiri mahasiswa yang peduli dengan lingkungan, turut dihadiri juga Lurah Tongkaina, Yani Kalangi selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Manado, sangat mengapresiasi dan mendukung program kawasan hijau tersebut,
Ia berkata bangga kepada anak muda khususnya mahasiswa PWK Universitas Samratulangi yang masih peduli akan kawasan hijau seperti ini.
Menurutnya kami tidak seperti anak muda zaman sekarang yang kurang berminat dalam kegiatan lingkungan seperti ini.
Dalam kegiatan ini perlu peran penduduk terutama yang bermukim di kawasan pesisir karena menjaga ekosistem pantai merupakan tugas bersama, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah tapi juga oleh warga.
Budi daya mangrove sangat penting demi menjaga lingkungan pantai tidak rusak oleh hantaman gelombang laut.
Kegiatan yang diawali dengan pembacaan doa tersebut berlanjut dengan penyerahan 100 bibit pohon mangrove.
Acara berlangsung penuh keakraban di antara mahasiswa dan para pemerhati lingkungan serta masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/aksi-menanam-mangrove-sabtu-28042018_20180429_113743.jpg)