Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kosupsi! Venezuela Contoh Negara Gagal: Kelaparan dan Rusuh, 68 Tewas

Keluarga tahanan yang ditahan di pos polisi Valencia, Venezuela, menunggu dengan cemas di luar penjara.

Tayang:
Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Kerusuhan di Venezuela 

Karena itu, sebagian besar karyawan Atlas adalah keluarga dari korban kejahatan.

Fuenmayor melanjutkan, perusahaannya membuka sekitar 200 posisi.

"Kebanyakan tugas mereka adalah menjaga ladang," jelasnya.

Mata Uang Venezuela Tak Berharga

Krisis ekonomi yang melanda Venezuela semakin parah dengan inflasi mencapai 13.000 persen.

Kondisi itu membuat mata uang negara itu, Bolivar menjadi bernilai sangat rendah, bahkan tidak berharga.

Uang kertas Venezuela bahkan tak jarang ditemukan berserakan di jalanan.

Namun beberapa pedagang kreatif justru memanfaatkan lembar-lembar uang kertas tersebut sebagai bahan membuat karya seni.

Wilmer Rojas (25), seorang pedagang benda kerajinan memutuskan memanfaatkan uang kertas bolivar itu untuk membuat tas, dompet, atau keranjang.

Menurutnya, uang kertas yang telah dibentuk menjadi benda kerajinan dapat berharga lebih daripada saat masih berupa lembaran uang.

Dilansir Daily Mail, kurs mata uang bolivar Venezuela termasuk yang paling rendah di Amerika Latin. Satu bolivar Venezuela hanya bernilai 0,00004 dolar AS atau Rp 0,55.

"Dengan dua, lima bahkan 10 bolivar tidak bisa untuk membeli sebuah permen. Orang-orang bahkan membuang uang kertas itu karena sudah tidak bisa dipakai untuk membeli apapun. Tidak ada lagi yang mau menerimanya," kata Rojas.

Namun dengan dijadikan kerajinan, Rojas dapat menjualnya dengan harga yang lebih pantas.

MASSA OPOSISI - Ribuan warga oposisi Pemerintahan Nicolas Maduro menggelar aksi di Caracas, Rabu (10/5). Gelombang aksi protes menuntut pemilihan presiden baru yang dipicu gejolak ekonomi di Venezuela telah berlangsung sejak sejak awal bulan lalu.
MASSA OPOSISI - Ribuan warga oposisi Pemerintahan Nicolas Maduro menggelar aksi di Caracas, Rabu (10/5). Gelombang aksi protes menuntut pemilihan presiden baru yang dipicu gejolak ekonomi di Venezuela telah berlangsung sejak sejak awal bulan lalu. (AFP)

Dikatakan Rojas, sebuah kerjinan topi dari uang kertas membutuhkan sekitar ratusan bolivar. Jumlah tersebut hanya bisa untuk membeli satu pak rokok.

Namun setelah dijadikan sebuah topi dapat terjual hingga 300.000 bolivar dan cukup untuk membeli sekilo daging.

"Saya bisa saja menggunakan kertas bekas majalah atau koran, tapi lembaran uang kertas lebih baik karena tidak berharga, ukurannya sama dan saya tidak perlu membuang waktu memotong-motongnya," ujar dia.
 

Jose Leon, seorang ilustrator, memiliki cara berbeda untuk menaikkan nilai lembaran uang kertas bolivar. Pria berusia 26 tahun itu menjadikan uang kertas sebagai pengganti kanvas. 

Leon melukis wajah tokoh di lembaran uang kertas dan mengubahnya menjadi karakter Star Wars atau menggunakan susunan uang kertas untuk melukis pemandangan.

Orang asing bersedia membayar hingga 14 poundsterling (sekitar Rp 264.000) untuk setiap "karya seni uang" kreasinya. Dengan cara itu Leon telah menaikkan nilai uang kertas Venezuela hingga 50 kali lipat.

Ribuan orang Venezuela yang putus asa berusaha meninggalkan Venezuela dan mencoba masuk wilayah Kolombia untuk menghindari kelaparan dan tingkat kejahatan yang melonjak karena krisis ekonomi. *

Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: Kerusuhan di Penjara Venezuela, 68 Tewas

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved