Kosupsi! Venezuela Contoh Negara Gagal: Kelaparan dan Rusuh, 68 Tewas
Keluarga tahanan yang ditahan di pos polisi Valencia, Venezuela, menunggu dengan cemas di luar penjara.
Dia berkomentar, aksi seperti dalam rekaman justru semakin memperburuk keadaan.
"Bukan seperti ini caranya. Tindakan ini hanya akan membawa kehancuran terhadap produksi nasional kita lebih cepat. Membawa lebih banyak kelaparan dan kelangkaan bahan pangan," kata Paparoni.
Venezuela mengalamai krisis akibat harga minyak bumi yang terus turun, menyebabkan inflasi melonjak. Belum lagi ditambah masalah korupsi.
Diperkirakan hiperinflasi mencapai 2.300 persen pada tahun ini.
Beri Gaji dan Telur ke Pegawainya
Di tengah kelangkaan makanan, maupun krisis ekonomi yang melanda Venezuela, sebuah firma penyedia jasa keamanan melakukan hal inovatif.
Diwartakan Reuters.com Sabtu (17/2/2018), Atlas Security, perusahaan yang berbasis barat Zulia, tengah mencari pegawai.
Mereka bakal memberikan gaji bulanan 2 juta bolivar, atau sekitar 10 dolar Amerika Serikat menurut kurs pasar gelap. Jumlah tersebut sama dengan Rp 135.000.
Namun, tidak hanya gaji, Atlas juga menjanjikan 36 kotak telur, atau total berjumlah 144 butir, sebagai insentif.
Namun, bonus bakal diberikan jika mereka datang tepat waktu, tidak melewatkan shift, dan berpakaian sopan serta rapi.
Manajer Sumber Daya Manusia Atlas, Cindy Fuenmayor berkata, peraturan dasar itu berhasil ditepati oleh setiap karyawannya.
"Malah, kami menerima banyak pelamar setelah peraturan ini terbit. Menurut kami, ini insentif yang bagus," beber Fuenmayor.
Insentif seperti makanan atau uang transport menjadi hal yang krusial bagi para pekerja Venezuela.
Sebab, dengan krisis yang sedang berlangsung, rata-rata mereka hanya digaji minimal 1 dolar AS, atau sekitar 13.500, setiap bulan.
Selain itu, hiper-inflasi juga membuat angka pembunuhan melonjak tajam di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rusuh_20180329_161521.jpg)