Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Depresi Usai Persalinan Ternyata Pengaruhi Perkembangan Si Kecil

Ragam faktor ini kemudian memunculkan ketakutan tersendiri bagi para calon ibu, karena rasa khawatir yang akan terjadi pada janinnya.

Editor:
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebesar 10% ibu hamil punya kecenderungan untuk mengalami depresi.

Hal ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, seperti memiliki kepribadian yang kurang matang, pernah mengalami infertilitas lalu tiba-tiba hamil setelah menunggu lama, atau yang berkali-kali mengalami keguguran.

Ragam faktor ini kemudian memunculkan ketakutan tersendiri bagi para calon ibu, karena rasa khawatir yang akan terjadi pada janinnya.

Namun, tak hanya ibu hamil saja, depresi juga dapat dialami oleh para Moms usai melahirkan.

Dan hal ini juga dapat memberikan dampak yang tentu tidak baik buat Si Kecil yang sudah terlahir ke dunia, sebagaimana dikutip dari Tablod Nakita edisi No. 939/TH. XVIII/29 Maret - 4 April 2017, yaitu sebagai berikut:

Area korteks otak anak mengalami penipisan

Studi oleh University of Calgary, Kanada yang dimuat di jurnal Biological Psychiatry pada Desember 2015 memaparkan bahwa depresi yang dialami Moms akan memengaruhi struktur otak Si Kecil saat ia memasuki usia 2,5 tahun.

Para ahli memperlihatkan terjadinya penipisan pada area korteks, yaitu lapisan terluar dari otak.

Dan area ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk berpikir kompleks dan juga aspek perilaku.

Dampaknya, anak dapat mengalami gangguan dalam belajar dan berperilaku saat berada di tahapan usia penting.

Rendahnya kemampuan komunikasi di usia 12 dan 24 bulan

Tetapi, hal ini tak banyak dipengaruhi oleh depresi yang dialami Moms pada kurun waktu 6 minggu pertama usai bersalin.

Studi dalam jurnal Infant Behavior & Development pada Oktober 2016, yang paling berpengaruh adalah gejala depresi yang diperlihatkan pada bulan ke-4 usai bersalin.

Pasalnya, gejala pada masa ini berkaitan dengan rendahnya kemampuan komunikasi anak di usia 12 dan 24 bulan.

Apalagi jika Moms memiliki level depresi yang sangat tinggi, kemampuan komunikasi yang buruk pada bayi bahkan sudah tampak sejak usia 12 bulan.

Sumber: Nakita
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved